I
Di dataran-dataran tinggi Skotlandia dan Skandinavia Utara—juga di seluruh daerah beriklim sedang dan kutub di Amerika Utara dan Eurasia—hidup hewan semacam tikus yang bernama lemming.
Binatang ini merupakan salah satu dari 20 spesies hewan pengerat kecil. Lemming kayu (Myopus schisticolor) dan lemming stepa (Lagurus lagurus) adalah lemming terkecil, berukuran panjang tubuh 8 hingga 12 cm dan berat 20 hingga 30 gram.
Binatang ini memiliki tubuh pendek dan kekar dengan kaki pendek, ekor pendek, moncong bulat tumpul, mata kecil, dan telinga kecil yang hampir tersembunyi di bulunya yang panjang, padat, dan lembut.
Baca Juga: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, 80 Warga Diungsikan
Makanan utamanya adalah lumut dan rumput. Sebagaimana hewan pengerat lainnya, gigi lemming terus tumbuh sehingga harus mengonsumsi makanan yang lebih keras untuk menghentikan laju pertumbuhan giginya.
Kata Franz Magnis-Suseno (1986), mereka sepertinya hidup tenang dan bahagia dalam iklim yang dingin. Akan tetapi, setiap beberapa tahun, entah apa sebabnya, lemming-lemming yang biasa hidup soliter itu berkumpul, kemudian mulai bergerak bersama menuju laut.
Sekali mereka bergerak, tidak ada kuasa yang dapat membelokkan arah ribuan, bahkan mencapai ratusan ribu ekor lemming itu. Kendati pun burung elang menerkam, sapi menginjak-injak, tembok menghadang, sungai mengalir dengan deras, lemming-lemming itu tetap bergerak maju.
Sesampai di tepi laut, mereka tidak berhenti tetapi terus berjalan masuk laut. Semua masuk laut, sampai lemming terakhir. Yang menarik, kata Franz Magnis-Suseno, sambil maju untuk binasa—masuk ke laut—mereka melakukan kehidupan biasa: berlari ke sana ke mari, mencari makanan, dan berkembang biak. Tahu-tahu, mereka sudah sampai tepi laut, masuk laut dan binasa.
Tetapi, ada yang mengatakan bahwa mereka tidak melakukan bunuh diri massal, melainkan inilah cara mereka berimigrasi untuk mencari habitat baru. Sebab, lemming adalah binatang yang bereproduksi begitu cepat sehingga fluktuasi populasinya kacau balau.
Lemming berkembang biak dari musim semi hingga musim gugur. Mereka bisa beranak hingga 13 ekor, setiap kali bunting dengan masa kehamilan sekitar 20 hingga 30 hari. Setelah beberapa tahun, jumlah mereka menjadi demikian banyak sementara daya dukung lingkungan dan pangan tidak mendukung.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Semarang Night Carnival 2021 Segera Digelar
Artikel Selanjutnya
OMONGAN PAKDHE BENAR Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Sumber: Trias Kuncahyono
Artikel Terkait
OMONGAN PAKDHE BENAR Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Hele Yo adalah Nikmat Sagu Berbalut Keindahan Alam Papua
Nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX Bisa dan Layak Dijadikan Nama Bandara Internasional Yogyakarta
HUJAN KASIH Oleh: Yudi Latif, Cendekiawan
POLITIK WHATSAPP Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan senior, Penulis Buku