VACLA HAVEL oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 29 November 2021 | 18:52 WIB
Vacla Havel (Istimewa)
Vacla Havel (Istimewa)

Ia menjadi presiden kesepuluh Cekoslovakia (1989-1992). Tragisnya, Václav Havel, pada akhirnya juga menjadi presiden terakhir Cekoslovakia.

Sebab, ketika pada tahun 1993, terpilih lagi sebagai presiden, Cekoslovakia sudah pecah, “Velvet Divorce, menjadi dua negara merdeka dan berdaulat: Republik Ceko dan Republik Slovakia, pada 1 Januari 1993. Ia menjadi presiden pertama Republik Ceko.

Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi Korupsi (Istimewa)

II

Sejak menduduki jabatan presiden, mantan pembangkang politik dan pembela hak-hak asasi manusia ini, dielu-elukan dunia.

Baca Juga: Sah! Indonesia Tidak Ikut Kontes Miss Universe 2021 di Israel

Namun perlu diingat bahwa kekuasaan presiden sebagian besar bersifat simbolis di bawah Konstitusi Ceko.

Kekuasaan nyata ada di tangan perdana menteri. Karena itu, Havel melakukan semua usaha yang bisa ia lakukan, untuk melindungi supremasi hukum dan pluralitas politik.

Selama menjadi presiden, 30 kali menggunakan hak vetonya. Havel juga memainkan peran penting dalam pembentukan senat, mahkamah konstitusi, dan kantor ombudsman.

Baca Juga: Pengamat Musik Bens Leo Meninggal Akibat Covid-19, Ini Profilnya

Maka kata Havel, “Saya yakin bahwa kita tidak akan pernah membangun negara demokrasi berdasarkan supremasi hukum jika kita tidak pada saat yang sama membangun negara yang—terlepas dari betapa tidak ilmiahnya hal ini di telinga ilmuwan politik—manusiawi, bermoral, intelektual, spiritual, dan berbudaya…”

Havel sepenuhnya menolak jenis politik “tujuan membenarkan cara” yang tidak jujur ​​dan destruktif yang tampaknya mendominasi begitu banyak wacana politik.

Kata Havel, “Tentu saja, saya tidak tahu apakah keterusterangan, kebenaran, dan semangat demokrasi akan berhasil. Tapi saya tahu bagaimana untuk tidak berhasil, yaitu dengan memilih cara yang bertentangan dengan tujuan. Seperti yang kita ketahui dari sejarah, itulah cara terbaik untuk menghilangkan tujuan yang ingin kita capai.”

Baca Juga: LaLiga : Gol telat Vinicius Junior ke Gawang Sevilla, Pastikan Real Madrid Bertengger di Puncak

Kata Havel dengan nada murung, “Bebas dari kediktatoran, tak selamanya membebaskan manusia dari perilaku buruk … Malah bisa lebih buruk dari ketika ia berada dalam pasungan.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X