nasional

Menanti Penobatan Raja Solo yang Baru: Apakah Suksesi Bakal Berlangsung Tanpa Konflik?

Kamis, 6 November 2025 | 14:15 WIB
Menanti Penobatan Raja Solo yang Baru: Apakah Suksesi Bakal Berlangsung Tanpa Konflik? (ANTARAVIDEO)

Baca Juga: Putra Mahkota Gusti Purboyo Nyatakan Naik Tahta di Hadapan Jenazah Sang Ayah, Bergelar Paku Buwono XIV

Menunggu Waktu Penobatan

Belum ada kepastian waktu penobatan Pakubuwana XIV. Mahamenteri Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, menegaskan saat ini pihak keraton masih dalam masa berkabung selama 40 hari.

“Atas dasar Keputusan Menteri Dalam Negeri, saya sebagai Maha Menteri Keraton Surakarta akan mengumpulkan seluruh putra-putri PB XII dan PB XIII untuk menata bersama agar tidak muncul friksi,” ujarnya.

Tedjowulan menambahkan pembahasan suksesi baru akan dilakukan setelah masa berkabung selesai. Berdasarkan tradisi, penobatan raja bisa memakan waktu berbulan-bulan, tergantung kondisi internal keraton.

Dia mencontohkan Pakubuwana XIII baru dinobatkan tiga bulan setelah ayahandanya, PB XII, wafat pada 2004. Sementara itu, Pakubuwana XII naik tahta hanya berselang sepuluh hari setelah PB XI mangkat pada 1945.

“Artinya, tidak ada aturan baku. Semua bergantung pada situasi dan kesiapan keluarga besar keratin,” jelas Tedjowulan.

Baca Juga: Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru 

Lika-Liku Suksesi di Masa Lalu

Keraton Surakarta bukan pertama kalinya menghadapi masa transisi yang kompleks. Sejarah mencatat usai Pakubuwana XII wafat pada 2004, terjadi dualisme kepemimpinan.

Dua pangeran keraton, yaitu KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan sama-sama mengklaim sebagai pewaris sah tahta Paku Buwono XII, ayah mereka.

Tedjowulan lebih dahulu dinobatkan pada 31 Agustus 2004, sedangkan Hangabehi menyusul pada 10 September 2004. Perselisihan itu baru berakhir melalui rekonsiliasi tahun 2012.

Hasil rekonsiliasi menyebut Hangabehi sebagai satu-satunya Sri Susuhunan Pakubuwana XIII, sementara Tedjowulan diangkat sebagai Mahamenteri Keraton Solo.

Pengalaman ini membuat banyak pihak berharap proses suksesi kali ini berjalan lebih damai, tertib sesuai paugeran adat, dan tanpa konflik atau drama.

Baca Juga: Ini Pesan Sri Sultan HB X Soal Regenerasi Keraton Solo

Halaman:

Tags

Terkini