Sistem itu kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar di sekitar Selat Malaka dan bergerak ke arah barat.
Meski tidak sekuat siklon di Samudra Hindia atau Pasifik, Senyar cukup untuk meningkatkan suplai uap air, memperkuat pembentukan awan hujan, dan memperluas wilayah terdampak presipitasi.
Baca Juga: Panduan Investasi untuk Pemula di Usia 20-an: Mulai dari 50 Ribu, Begini Caranya
Kerusakan Lingkungan Perparah Dampak Banjir
Pakar Geospasial ITB, Dr. Heri Andreas, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan menjadi faktor yang sangat signifikan dalam memperparah banjir.
Perubahan tutupan lahan dan berkurangnya kawasan penahan air membuat daerah tersebut kehilangan kemampuan menyerap curah hujan besar.
Ketika hujan turun, sebagian air seharusnya meresap ke tanah.
Namun pada wilayah yang sudah berubah menjadi permukiman atau perkebunan, air langsung mengalir sebagai limpasan (runoff), memicu banjir.
“Wilayah dengan vegetasi alami seperti hutan memiliki daya serap tinggi. Jika itu hilang, limpasan meningkat dan banjir jadi tak terhindarkan,” jelas Heri.
Ia menekankan pentingnya konservasi kawasan resapan, penataan ruang berbasis risiko, serta pemodelan geospasial yang lebih akurat untuk mitigasi jangka panjang.
Mitigasi Tidak Cukup dengan Infrastruktur Fisik
Menurut Heri, mitigasi banjir tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan tanggul atau normalisasi sungai.
“Perlindungan kawasan resapan air seperti hutan, rawa, dan sempadan sungai sangat krusial,” ujarnya.
Sementara itu, Rais menambahkan bahwa sistem peringatan dini yang jelas, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat harus menjadi bagian penting dari mitigasi bencana.
Prediksi cuaca harus memberi panduan praktis—di mana potensi banjir bisa terjadi, kapan masyarakat harus waspada, dan langkah apa yang harus dilakukan.
Artikel Terkait
Mendorong Asuransi yang Dibeli, Bukan Dijual: IFG Dorong Industri Berbasis Riset dan Empati
PDB 2025 Masih Lesu? Dolfie Kritik Sektor Usaha dan Tantang Purbaya Perbaiki Strategi Ekonomi
Panduan Investasi untuk Pemula di Usia 20-an: Mulai dari 50 Ribu, Begini Caranya
IFG Goes to Campus 2025: Misi Menyiapkan Generasi Finansial Berkelanjutan di Era ESG
Purbaya Pasang Target 1 Tahun: Reformasi Bea Cukai Dimulai, Ancaman Pembekuan Mengintai!
Guncangan di PBNU: Gus Ipul Dicopot dari Sekjen, Rotasi Besar Diumumkan di Tengah Konflik Internal
Cara Mengubah Hidup dalam 30 Hari: Kebiasaan Kecil yang Hasilnya Besar
Gus Ipul Resmi Dicopot dari Jabatan Sekjen PBNU, Ini Alasan dan Peta Rotasi Baru Pengurus
PSSI Tegaskan Pelatih Baru Timnas Wajib Transfer Ilmu ke Pelatih Lokal
Prabowo Tegaskan Guru Harus Berani Bersikap Tegas Demi Bentuk Karakter Murid