TITIKTEMU.CO - Fenomena banjir bandang serta longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terjadi bukan tanpa sebab.
Menurut para peneliti dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB), bencana besar ini muncul akibat interaksi kompleks antara kondisi atmosfer, geospasial, dan menurunnya daya tampung wilayah.
Ketua Program Studi Meteorologi ITB, Dr. Muhammad Rais Abdillah, menjelaskan bahwa wilayah Sumatera bagian utara saat ini sedang berada pada puncak musim hujan.
“Daerah Tapanuli memang punya pola hujan tahunan yang tinggi, dan saat ini berada tepat di puncak curah hujannya,” ungkap Rais pada Jumat (28/11/2025).
Curah hujan yang turun dalam periode tersebut masuk kategori sangat lebat, bahkan ekstrem.
Baca Juga: Guncangan di PBNU: Gus Ipul Dicopot dari Sekjen, Rotasi Besar Diumumkan di Tengah Konflik Internal
Curah Hujan Ekstrem: Jauh Melampaui Normal
Data lapangan dan laporan media menunjukkan beberapa wilayah mencatat curah hujan lebih dari 150 milimeter.
BMKG bahkan mencatat sejumlah titik mengalami hujan di atas 300 milimeter, yang termasuk kategori hujan ekstrem.
Sebagai pembanding, curah hujan ekstrem pada Januari 2020 yang menyebabkan banjir besar di Jabodetabek mencapai sekitar 370 milimeter dalam satu hari.
Baca Juga: Purbaya Pasang Target 1 Tahun: Reformasi Bea Cukai Dimulai, Ancaman Pembekuan Mengintai!
Kehadiran Siklon Senyar Perkuat Hujan Lebat
Rais menjelaskan bahwa kondisi ekstrem semakin dipicu oleh terbentuknya pusaran siklonik di sekitar Sumatera bagian utara.
“Pada 24 November sudah terlihat adanya sistem berputar dari Semenanjung Malaysia. Dalam meteorologi, ini disebut vortex, meskipun saat itu masih bibit,” jelasnya.
Artikel Terkait
Mendorong Asuransi yang Dibeli, Bukan Dijual: IFG Dorong Industri Berbasis Riset dan Empati
PDB 2025 Masih Lesu? Dolfie Kritik Sektor Usaha dan Tantang Purbaya Perbaiki Strategi Ekonomi
Panduan Investasi untuk Pemula di Usia 20-an: Mulai dari 50 Ribu, Begini Caranya
IFG Goes to Campus 2025: Misi Menyiapkan Generasi Finansial Berkelanjutan di Era ESG
Purbaya Pasang Target 1 Tahun: Reformasi Bea Cukai Dimulai, Ancaman Pembekuan Mengintai!
Guncangan di PBNU: Gus Ipul Dicopot dari Sekjen, Rotasi Besar Diumumkan di Tengah Konflik Internal
Cara Mengubah Hidup dalam 30 Hari: Kebiasaan Kecil yang Hasilnya Besar
Gus Ipul Resmi Dicopot dari Jabatan Sekjen PBNU, Ini Alasan dan Peta Rotasi Baru Pengurus
PSSI Tegaskan Pelatih Baru Timnas Wajib Transfer Ilmu ke Pelatih Lokal
Prabowo Tegaskan Guru Harus Berani Bersikap Tegas Demi Bentuk Karakter Murid