TITIKTEMU.CO-Ada satu kalimat dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang cukup mencuri perhatian: setelah pensiun nanti, ia mengaku siap turun ke jalan dan memimpin demonstrasi jika Desk Ketenagakerjaan Polri tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pernyataan itu disampaikan Listyo saat menghadiri peresmian Gedung Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Abdul Gani (KSPSI AGN) Jawa Timur di Surabaya, Jumat, 21 Agustus 2026. Bagi Listyo, keberadaan Desk Ketenagakerjaan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam mendampingi pekerja.
Ia bahkan mengaku sudah menitipkan pesan tersebut kepada sejumlah calon Kapolri yang nantinya akan melanjutkan kepemimpinan di tubuh kepolisian.
Menurut Listyo, Desk Ketenagakerjaan Polri perlu tetap berjalan untuk mengawal berbagai persoalan yang dihadapi buruh. Unit layanan terpadu tersebut sendiri dibentuk pada masa kepemimpinannya dan resmi diluncurkan pada 20 Januari 2025.
Menariknya, komitmen Listyo tidak berhenti pada masa jabatannya. Ia menyebut dirinya siap mengambil posisi berbeda ketika sudah pensiun, termasuk turun langsung ke tengah massa apabila desk tersebut tidak bekerja secara optimal.
Meski terdengar cukup berani, Listyo mengatakan dirinya tetap optimistis Desk Ketenagakerjaan akan terus dipertahankan oleh institusi Polri. Ia berharap keberadaan unit tersebut menjadi bentuk nyata bahwa kepolisian dapat terus mendampingi kalangan pekerja.
Baca Juga: Praperadilan Lodewyk Pusung Kandas di PN Jakpus, Hakim Tak Sentuh Sah atau Tidaknya Status Tersangka
Di sisi lain, isu ketenagakerjaan yang sedang menjadi perhatian adalah pembahasan revisi UU Cipta Kerja. Listyo menyinggung tenggat penyelesaian revisi regulasi tersebut yang ditargetkan pada 30 Oktober 2026.
Ia memahami adanya keresahan di kalangan buruh dan menilai proses pembahasan perlu mendapat pengawalan. Dalam konteks ini, buruh dinilai memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, termasuk melalui aksi demonstrasi.
Namun, ada satu catatan yang ditekankan Listyo: demonstrasi tetap harus dilakukan secara tertib dan konstruktif. Menyampaikan kritik, menurutnya, tidak harus berujung pada kekacauan.
Baca Juga: Danantara Resmi Umumkan Bos DSI, Ada Nama Tony Wenas hingga Mari Elka Pangestu
Pesan tersebut menjadi menarik karena datang dari seorang Kapolri yang justru menyatakan kesiapannya ikut turun ke jalan setelah pensiun. Di satu sisi, ia mendorong institusi Polri menjaga jalur komunikasi dengan buruh. Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap berada dalam koridor yang tertib.
Bagi Listyo, pergantian kepemimpinan seharusnya tidak otomatis menghapus komitmen yang sudah dibangun. Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Desk Ketenagakerjaan Polri akan berjalan dan sejauh mana perannya dalam mengawal persoalan pekerja ke depan.***
Artikel Terkait
BMKG Ungkap Cuaca Indonesia 25–31 Agustus: Kemarau Kering, Tapi Hujan Mengejutkan Masih Mengintai
Cuma 2 Jam! Promo Alfamart 25 Agustus 2026 Bikin Cokelat dan Camilan Makin Murah
Desil DTSEN 2026 Ternyata Bukan Soal Gaji, Ini Faktor yang Menentukan Posisi Keluarga
Danantara Resmi Umumkan Bos DSI, Ada Nama Tony Wenas hingga Mari Elka Pangestu
Rekening Donasi Demo Pati Ditahan, Kompolnas Ingatkan Ada Risiko yang Lebih Besar
Praperadilan Lodewyk Pusung Kandas di PN Jakpus, Hakim Tak Sentuh Sah atau Tidaknya Status Tersangka
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Mulai Bergerak ke Indonesia, Ada 100 Prajurit TNI AL di Dalam Misi Ini