Ketiadaan klarifikasi dari manajemen Bank BJB dianggap dapat memengaruhi kepercayaan stakeholder dan publik. Sebagai perusahaan yang listing di bursa, transparansi merupakan bagian penting dari tata kelola.
Harefa menilai penyelidikan resmi justru akan memperkuat kepercayaan publik, bukan menimbulkan stigma. Ia menegaskan bahwa investigasi bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan memastikan keterbukaan informasi bagi nasabah dan pemegang saham.
Baca Juga: Status Awas, Aktivitas Gunung Semeru Meningkat: Zona Bahaya Diperluas hingga 20 Km
Profil Singkat Yusuf Saadudin
Yusuf Saadudin, kelahiran Bandung tahun 1973, merupakan profesional dengan latar belakang pendidikan ekonomi serta Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Padjadjaran.
Ia memulai karier panjangnya di Bank BJB dari berbagai posisi strategis, termasuk:
- Pemimpin Divisi KPR & KKB
- Kepala Kredit Konsumer
- Direktur Konsumer & Ritel
Pada Maret 2025, ia ditunjuk sebagai Plt Dirut sebelum akhirnya disahkan sebagai Direktur Utama Definitif melalui RUPS pada April 2025.
Yusuf dikenal sebagai figur yang mendorong digitalisasi perbankan, memperkuat permodalan, dan membangun tata kelola perusahaan yang sehat di Bank BJB.***
Artikel Terkait
Gibran Umumkan Bebas Visa RI–Afrika Selatan di CEO Forum Johannesburg, Ini Poin Penting Pidatonya
Timur Kapadze Muncul di Jakarta, Tegaskan Bukan Negosiasi dengan PSSI Meski Masuk Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Vonis 4,5 Tahun untuk Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Tuai Kritik: Dinilai Kriminalisasi Keputusan Bisnis BUMN
Situasi Terbaru Pengungsi Erupsi Semeru: Logistik Aman, Pemkab Lumajang Larang Posko Liar
Pencekalan 6 Bulan Roy Suryo dan 7 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi: Ini Penjelasan Terbarunya