3. Sri Susuhunan Pakubuwono V (1820–1823)
Raja yang dikenal dengan nama Raden Mas Sugandi ini hanya berkuasa selama tiga tahun. Pemerintahannya singkat karena wafat pada usia muda, 5 September 1823.
4. Sri Susuhunan Pakubuwono VI (1823–1830)
Raden Mas Sapardan atau PB VI merupakan figur penting dalam sejarah nasional. Mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda, ditangkap dan diasingkan ke Ambon. PB VI dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
5. Sri Susuhunan Pakubuwono VII (1830–1858)
Setelah PB VI digulingkan, kekuasaan berpindah ke pamannya, Raden Mas Malikis Solikin. Dia memimpin Surakarta selama 28 tahun, dikenal sebagai raja yang bijaksana dalam menghadapi tekanan kolonial Belanda.
6. Sri Susuhunan Pakubuwono VIII (1858–1861)
Raden Mas Kuseini naik takhta setelah PB VII wafat. Masa pemerintahannya berlangsung singkat, hanya tiga tahun, sebelum beliau mangkat pada 1861.
7. Sri Susuhunan Pakubuwono IX (1861–1893)
Raden Mas Suryo Duksina dikenal sebagai raja yang berwawasan budaya. Dia banyak menulis karya sastra Jawa klasik dan mendorong kehidupan seni di keraton.
8. Sri Susuhunan Pakubuwono X (1893–1939)
Salah satu raja paling terkenal dalam sejarah Surakarta, PB X atau Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno, memerintah selama hampir setengah abad.
Dia dikenal dekat dengan rakyat dan aktif mendukung pergerakan nasional. Atas jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011.
9. Sri Susuhunan Pakubuwono XI (1939–1945)
Artikel Terkait
Raja Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Keraton Surakarta Berduka
Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik
Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung
Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung
Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta