Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 3 November 2025 | 21:50 WIB
Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat. (Dok. Museum Keraton Kasunanan Surakarta)
Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat. (Dok. Museum Keraton Kasunanan Surakarta)

3. Sri Susuhunan Pakubuwono V (1820–1823)

Raja yang dikenal dengan nama Raden Mas Sugandi ini hanya berkuasa selama tiga tahun. Pemerintahannya singkat karena wafat pada usia muda, 5 September 1823.

4. Sri Susuhunan Pakubuwono VI (1823–1830)

Raden Mas Sapardan atau PB VI merupakan figur penting dalam sejarah nasional. Mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda, ditangkap dan diasingkan ke Ambon. PB VI dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

5. Sri Susuhunan Pakubuwono VII (1830–1858)

Setelah PB VI digulingkan, kekuasaan berpindah ke pamannya, Raden Mas Malikis Solikin. Dia memimpin Surakarta selama 28 tahun, dikenal sebagai raja yang bijaksana dalam menghadapi tekanan kolonial Belanda.

Baca Juga: Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta

6. Sri Susuhunan Pakubuwono VIII (1858–1861)

Raden Mas Kuseini naik takhta setelah PB VII wafat. Masa pemerintahannya berlangsung singkat, hanya tiga tahun, sebelum beliau mangkat pada 1861.

7. Sri Susuhunan Pakubuwono IX (1861–1893)

Raden Mas Suryo Duksina dikenal sebagai raja yang berwawasan budaya. Dia banyak menulis karya sastra Jawa klasik dan mendorong kehidupan seni di keraton.

8. Sri Susuhunan Pakubuwono X (1893–1939)

Salah satu raja paling terkenal dalam sejarah Surakarta, PB X atau Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno, memerintah selama hampir setengah abad.

Dia dikenal dekat dengan rakyat dan aktif mendukung pergerakan nasional. Atas jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011.

9. Sri Susuhunan Pakubuwono XI (1939–1945)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X