Ekonom Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Soroti Keterlibatan Pejabat dan Klaim ‘Proyek Busuk’

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Pengamat mendesak KPK harus segera mengusut soal dugaan mark up Whoosh untuk mencari pihak yang paling bertanggung jawab. (Instagram/keretacepat_id)
Pengamat mendesak KPK harus segera mengusut soal dugaan mark up Whoosh untuk mencari pihak yang paling bertanggung jawab. (Instagram/keretacepat_id)

TITIKTEMU.CO - Ekonom Anthony Budiawan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, yang kini tengah menjadi sorotan publik.

Menurut Anthony, langkah hukum harus diambil untuk memastikan transparansi dan mengungkap siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas proyek bernilai miliaran dolar tersebut.

“KPK harus menyelidiki bagaimana proses ini bisa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Anthony Budiawan dalam video podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis (30/10/2025).

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 240 Ribu Hektare Lahan untuk Produksi Bioetanol Nasional, Target Kurangi Impor BBM pada 2027

Desak KPK Ungkap Pihak Bertanggung Jawab

Anthony menyoroti klaim yang disampaikan oleh pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengakui proyek Whoosh merupakan keinginannya sendiri.

“Apakah benar Pak Jokowi langsung bertanggung jawab, atau ada oknum di bawahnya yang bermain? KPK harus memberi kejelasan kepada publik,” ujarnya.

Anthony juga mempertanyakan peran Kementerian BUMN dan Luhut Binsar Pandjaitan, yang meski saat awal proyek belum menjabat sebagai Menko Marves, disebut kerap terlibat dalam berbagai kebijakan strategis pemerintah.

Ia menegaskan, penyelidikan KPK sangat penting karena proyek ini melibatkan dana besar, dengan potensi kerugian negara mencapai 4,5 hingga 7 miliar dolar AS.

Baca Juga: Ribuan Guru Madrasah Demo di Jakarta, Tuntut Pemerintah Beri Kuota ASN dan PPPK yang Adil

Soroti Pernyataan Luhut Soal Proyek ‘Busuk’

Anthony juga menyinggung pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut proyek Whoosh sebagai “barang busuk” ketika diambil alih pada 2019.

“Luhut bilang waktu proyek ini diserahkan kepadanya, kondisinya sudah busuk. Artinya, sejak 2019 proyek ini sudah bermasalah. Pertanyaannya, siapa yang harus bertanggung jawab?” jelas Anthony.

Menurutnya, pernyataan tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa proyek KCJB memang menyimpan banyak masalah sejak awal perencanaannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X