Ekonom Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Soroti Keterlibatan Pejabat dan Klaim ‘Proyek Busuk’

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Pengamat mendesak KPK harus segera mengusut soal dugaan mark up Whoosh untuk mencari pihak yang paling bertanggung jawab. (Instagram/keretacepat_id)
Pengamat mendesak KPK harus segera mengusut soal dugaan mark up Whoosh untuk mencari pihak yang paling bertanggung jawab. (Instagram/keretacepat_id)

Dugaan Cuci Tangan dan Kambing Hitam

Lebih lanjut, Anthony menduga ada upaya “cuci tangan” dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia menilai, mantan Menteri BUMN Rini Soemarno berpotensi dijadikan kambing hitam karena pada masa kepemimpinannya proyek Whoosh mulai dijalankan.

“Ini sudah agenda cuci tangan dan mencari kambing hitam. Kementerian yang bertanggung jawab saat itu ya di bawah Bu Rini Soemarno,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Diduga Lakukan Catcalling di Melawai, Polda Metro Jaya Beri Sanksi Disiplin dan Lakukan Pemeriksaan Internal

KPK Siap Tindaklanjuti Dugaan Mark Up

Menanggapi isu dugaan mark up anggaran proyek Whoosh, KPK menyatakan telah melakukan langkah proaktif untuk mengumpulkan informasi.

“Kami tidak menunggu, kami juga mencari informasi,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

KPK menegaskan akan menindaklanjuti setiap informasi yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, termasuk dugaan penggelembungan anggaran proyek strategis tersebut.

Dugaan Mark Up hingga Tiga Kali Lipat

Dugaan mark up sebelumnya diungkap oleh Mahfud MD dalam kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025. Ia menyebut biaya pembangunan Whoosh mencapai 52 juta dolar AS per kilometer, jauh lebih tinggi dibandingkan biaya di China yang hanya sekitar 17–18 juta dolar AS.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sidak SPBU Pertamina di Malang: Pastikan Kualitas BBM Sesuai Standar

“Naik tiga kali lipat. Siapa yang menaikkan, dan uangnya ke mana? Itu yang harus diteliti,” ujar Mahfud.

Ketua KPK Setyo Budiyanto kemudian menanggapi pernyataan Mahfud dengan membuka peluang bagi siapa pun yang memiliki bukti untuk melapor secara resmi.

“Kalau Pak Mahfud punya data dan dokumen yang mendukung, tentu bisa disampaikan kepada kami,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Dengan semakin banyaknya desakan dari publik dan pengamat ekonomi, sorotan terhadap proyek Kereta Cepat Whoosh kini mengarah pada transparansi penggunaan dana serta akuntabilitas pejabat yang terlibat dalam megaproyek tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X