TITIKTEMU.CO-Api di sejumlah wilayah Indonesia tak lagi ditangani dengan pola satu komando dari satu titik. Pemerintah kini membagi perhatian penanganan karhutla Indonesia ke sejumlah pejabat setingkat menteri agar respons di lapangan bisa bergerak lebih cepat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah pusat telah menunjuk beberapa pejabat untuk menangani wilayah tertentu. Pembagian tersebut mencakup sejumlah daerah yang menghadapi kebakaran hutan dan lahan cukup luas, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Menurut Prasetyo, pola tersebut bukan berarti setiap pejabat hanya bertanggung jawab pada wilayah yang ditugaskan kepadanya. Pembagian dilakukan terutama untuk membuat koordinasi dan pengawasan di lapangan menjadi lebih fokus.
Baca Juga: Bukan Pernikahan Biasa, Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Rizky Irmansyah
"Ini hanya membagi atensi supaya koordinasi penanganannya kita percepat," ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Beberapa pejabat koordinator turut dilibatkan dalam skema tersebut. Ada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, hingga Kepala Staf Angkatan Darat yang mendapat tanggung jawab terhadap wilayah tertentu.
Dengan pembagian itu, pemerintah berharap persoalan di lapangan tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan respons. Ketika satu daerah membutuhkan perhatian lebih besar, pejabat yang ditugaskan dapat langsung mengawal koordinasinya.
Baca Juga: Bulan Hampir Jadi Blood Moon! Gerhana 27–28 Agustus 2026 Bisa Jadi yang Paling Dramatis
Menariknya, pemerintah belum melihat kebutuhan untuk membentuk satgas khusus karhutla. Prasetyo menilai koordinasi lintas sektor yang selama ini berjalan masih cukup kuat untuk menangani kondisi di lapangan.
Keputusan tersebut datang ketika angka kebakaran hutan dan lahan menunjukkan skala yang tidak kecil. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total area yang terdampak karhutla di Indonesia mencapai sekitar 72.798,73 hektare.
Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan area terbakar paling luas. Data BNPB mencatat sekitar 38.310,89 hektare lahan di provinsi tersebut terdampak kebakaran.
Baca Juga: Desa Adat Sade Terbakar, 129 Rumah Ludes: Menpar Siapkan Langkah Besar untuk Bangkitkan Sade
Posisi berikutnya ditempati Riau dengan luas sekitar 16.249,24 hektare. Kalimantan Selatan tercatat sekitar 8.019,62 hektare, disusul Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare.
Sementara itu, Sumatera Selatan memiliki area terbakar sekitar 1.926,23 hektare. Jambi mencatat luas karhutla sekitar 658,29 hektare.
Artikel Terkait
UI Buka 200 Formasi PTT 2026, Pendaftaran Tinggal Beberapa Hari! Cek Syaratnya
Bukan Sekadar Uang Masuk Kampus, Ini Alasan KPK Jerat Rektor Unsoed dengan 2 Pasal
Mahasiswa Unsoed Jalur Mandiri Bermasalah Tetap Bisa Kuliah, KPK Tegaskan Tak Campuri Status Akademik
Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar: Petugas Terkendala Akses dan Lahan Gambut
Desa Adat Sade Terbakar, 129 Rumah Ludes: Menpar Siapkan Langkah Besar untuk Bangkitkan Sade
Bulan Hampir Jadi Blood Moon! Gerhana 27–28 Agustus 2026 Bisa Jadi yang Paling Dramatis
Bukan Pernikahan Biasa, Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Rizky Irmansyah