Desa Adat Sade Terbakar, 129 Rumah Ludes: Menpar Siapkan Langkah Besar untuk Bangkitkan Sade

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Kebakaran Desa Sade (Instagram @rebornlombok)
Kebakaran Desa Sade (Instagram @rebornlombok)

TITIKTEMU.CO-Api memang padam, tetapi pekerjaan besar di Desa Adat Sade baru saja dimulai. Kebakaran yang melanda kampung adat di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu membuat 129 rumah adat Sasak dilaporkan ludes dan ratusan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Namun, di tengah kondisi yang masih penuh puing dan kepanikan, pemerintah kini menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas pertama.

Menurut Widiyanti, kebutuhan dasar masyarakat harus segera dipenuhi. Evakuasi, tempat penampungan sementara, makanan, hingga proses pembersihan sisa kebakaran menjadi pekerjaan yang tidak bisa menunggu terlalu lama.

Baca Juga: Sidang Uji Formil UU Polri Mendadak Ditunda, Ada Apa di Balik Keputusan MK?

"Saya sudah meminta Poltekpar Lombok untuk bergerak," ujar Widiyanti. Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok disiapkan untuk membantu, termasuk membuka dapur umum bagi warga yang terdampak.

Langkah tersebut nantinya dilakukan bersama pemerintah daerah. Widiyanti menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Tengah agar penanganan di lapangan berjalan terkoordinasi.

Data sementara menunjukkan dampak kebakaran cukup besar. Sebanyak 129 rumah adat Sasak dilaporkan habis terbakar, sementara sekitar 320 warga dievakuasi untuk menghindari risiko lanjutan.

Baca Juga: Bisa Lihat Hantu, Tapi Tetap Bisa Jatuh Cinta! 5 Drama Korea Indigo Ini Wajib Masuk Watchlist

Di lokasi, proses penanganan masih berlangsung. Warga yang terdampak mulai diarahkan ke tempat penampungan sementara, sedangkan puing-puing rumah yang terbakar perlahan dibersihkan.

Namun, persoalan Desa Adat Sade tidak berhenti pada urusan rumah yang harus dibangun kembali. Ada sesuatu yang jauh lebih besar ikut terdampak: identitas budaya masyarakat Sasak yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas pariwisata.

Bagi wisatawan, Sade mungkin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Lombok. Tetapi bagi masyarakat setempat, kawasan tersebut bukan panggung pertunjukan yang selesai ketika wisatawan pulang. Di sanalah rumah, tradisi, kehidupan keluarga, dan warisan budaya berjalan setiap hari.

Baca Juga: Bukan Sekadar Uang Masuk Kampus, Ini Alasan KPK Jerat Rektor Unsoed dengan 2 Pasal

Karena alasan itu pula, Widiyanti menyatakan pemerintah akan berkoordinasi untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk rencana membangun kembali kawasan yang terdampak kebakaran.

"Sade bukan sekadar destinasi wisata," kata Widiyanti. Ia menilai kampung adat tersebut merupakan ruang hidup masyarakat Sasak sekaligus bagian penting dari kekayaan pariwisata Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Instagram @rebornlombok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X