7 Pahlawan Perempuan Sebelum Kemerdekaan, dari Laksamana Malahayati Sampai Rasuna Said

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Selasa, 9 November 2021 | 07:05 WIB
RA Kartini (Wikimedia Commons)
RA Kartini (Wikimedia Commons)

Baca Juga: Proses Panjang untuk Mendapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Syaratnya

Dia menjadi Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah.

Malahayati kemudian membentuk armada Inong Balee yang terdiri dari para janda yang suaminya gugur di medan pertempuran.

Ia memimpin 2000 orang pasukan vertempur melawan kapal-kapal Belanda pada 11 September 1599. Malahayati memenangkan banyak pertempuran.

Baca Juga: 4 Tokoh Bakal Menerima Gelar Pahlawan Nasional

Laksamana Malahayati gugur tahun 1606 dala sebuah pertempuran melawan Portugis di periaran Selat Malaka.

Laksamana Malahayati dimakamkan di Desa Lamreh, Kecamatan Majid Raya, Kabupaten Aceh Besar, sekitar 35 kilometer dari Banda Aceh.

Tahun 6 November 2017, Presiden Jokowi memberi anugerah Pahlawan Nasional kepada Laksamana Malahayati.

Baca Juga: Empat Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2021, Ini Profilnya

2. RA Kartini

RA Kartini
RA Kartini (Wikimedia Commons)

Raden Ajeng atau RA Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879, putri Bupati Jepara, Raden Mas Sosriningrat. Ibunya, MA Ngasirah, putri seorang guru agama di Teluwakur, Jepara.

Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan dan emasipasi perempuan pribumi. Dia berjasa memperjuangkan kesetaraan hak perempuan dan laki-laki.

Dia sempat mengenyam pendidikan di Europese Lagere School (ELS). Namun berhenti karena dinikahkan.

Baca Juga: Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X