Nama Pahlawan Nasional ini diabadikan sebagai jalan di kawasan Kuningan, Jakarta, yaitu Jl HR Rasuna Said.
Lengkapnya Hajah Rangkayo Rasuda Said, lahir 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Dia wafat pada 2 November 1965 di usia 55 tahun karena kanker darah. HR Rasuna Said adalah perempuan pejuang di masa kemerdekaan yang gigih.
Baca Juga: Gelorakan Semangatmu! Ini Dia, link Lengkap Twibbon Sumpah Pemuda 2021
Dia pejuang persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, sangat memperhatikan kemajuan dan pendidikan bagi kaum perempuan.
Rasuna Said juga memperjuangkan wanita melalui ranah politik dengan bergabung di Sarekat Rakyat, dan Persatuan Muslim Indonesia.
Rasuna Said lahir 14 September 1910 di Maninjau, Agam, Sumatra Barat. Bukan hanya berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, tapi juga emansipasi.
Baca Juga: Jenderal Mallaby Tewas di Sekitar Jembatan Merah, Siapa Pembunuhnya?
Ia putri dari seorang ulama besar Indonesia, H Abdul Karim Amrullah atau Hamka.
Pada tahun 1930, Rasuna Said ditangkap Belanda karena pidatonya yang berapi-api tentang penindasan pemerintah Belanda.
Akibat pidato yang menyinggung Belanda, Rasuna akhirnya ditangkap dan dipenjara tahun 1932 di Semarang.
Baca Juga: Insiden Hotel Yamato: Pengibaran Bendera Merah Putih Biru yang Membuat Murka Arek-arek Surabaya
Di masa pendudukan Jepang, Rasuna Said mendirikan organi sasi pemuda Nippon Raya di Padang, namun dibubarkan Pemerintah Jepang.
Dia kemudian membentuk barisan Pembela Tanah Air (Peta). Laskar inilah yang kelak menjadi cikal bakal lahirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Artikel Terkait
Perjanjian Salatiga, Akhir Perlawanan Pangeran Sambernyawa
Kisah Cinta Soekarno, dari Oetari hingga Ratna Sari Dewi
ROKOK KLOBOT DAN HARGA DIRI BANGSA
Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan