Lemahnya Kekuasaan Pakubuwono XII, Penculikan, dan Berakhirnya Daerah Istimewa Surakarta

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 1 Desember 2025 | 09:05 WIB
Lemahnya Kekuasasaan Pakubuwono XII, Penculikan, dan Berakhirnya Daerah Istimewa Surakarta. (TROPENMUSEUM)
Lemahnya Kekuasasaan Pakubuwono XII, Penculikan, dan Berakhirnya Daerah Istimewa Surakarta. (TROPENMUSEUM)

TITIKTEMU.CO - Di tengah hiruk-pikuk revolusi 1945, Surakarta menyimpan cerita yang jauh dari citra kerajaan yang anggun.

Di balik tembok-tembok keraton, seorang raja muda yang belum genap matang secara politik, apalagi mental, harus berhadapan dengan gelombang perubahan yang mustahil dibendung.

Dialah Pakubuwono XII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta yang tak pernah benar-benar memiliki kendali atas kekuasaannya.

Rentetan penculikan, tekanan laskar, hingga tuntutan pembubaran daerah istimewa menempatkannya dalam posisi yang nyaris tragis: pemimpin tanpa daya di tengah revolusi yang menelan tatanan lama.

Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowono I dan Mangkunegara   

Raja Muda di Tengah Perubahan Zaman

Sebelum menjadi raja, Bendoro Raden Mas (BRM) Gusti Suryo Guritno adalah anak muda putus sekolah karena perang.

Setelah menempuh pendidikan di sekolah elite Eropa di Bandung, terpaksa pulang ke Solo di tengah kecamuk Perang Pasifik yang mengubah segalanya.

Pada 1944, ayahnya, Pakubuwono XI,wafat, meninggalkan takhta untuk putranya yang masih sangat muda.

Ben Anderson mencatat Pakubuwono XII naik takhta tanpa pengalaman, tanpa minat politik, bahkan tanpa ketertarikan berarti kecuali pada kesenangan pribadi.

Pemerintahan sehari-hari ditangani ibunya bersama Patih Sosrodiningrat. Pada saat yang sama, pengaruh kesunanan menurun sebelum Jepang datang: keuangan keraton kacau dan otoritas tradisional merosot.

Situasi ini membuat kedudukannya berbeda dari para leluhur Mataram, termasuk Hamengkubuwono IX di Yogyakarta yang justru menjadi pilar penting republik muda.

Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta: Jejak Kelam Penangkapan Paku Buwono VI, Melawan Belanda, Membela Diponegoro 

Monarki Surakarta Goyah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X