Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowono I dan Mangkunegara   

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 November 2025 | 16:45 WIB
Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowon I dan Mangkunegara. (Wikipedia)
Sejarah Keraton Surakarta: Ketika Paku Buwono IV Dikepung VOC, Hamengkubowon I dan Mangkunegara. (Wikipedia)

TITIKTEMU.CO - Sejarah Keraton Surakarta penuh dengan dinamika intrik politik yang rumit,  termasuk masa pemerintahan Paku Buwono IV.

Raja muda yang dikenal tegas dan ambisius ini pernah dituding merencanakan pembantaian besar-besaran terhadap warga Eropa pada akhir abad ke-18.

Tuduhan yang tidak hanya mengguncang VOC, tapi sekaligus memecah hubungan antar-kerajaan Jawa, dan memicu salah satu krisis terbesar dalam sejarah Mataram.

Baca Juga: Prosesi Jumenengan Tandai Gusti Purbaya Naik Takhta sebagai Pakubuwono XIV, Babak Baru Keraton Surakarta di Tengah Konflik

Raja Muda yang Mewarisi Konflik

Pakubuwono IV lahir dengan nama Raden Mas Subadya pada 2 September 1768, dan naik takhta pada 29 September 1788 saat usianya baru sekitar 20 tahun.

Dia mewarisi gelar panjang sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana IV, dan berjuluk Sunan Bagus karena ketampanannya.

Sebagai putra Paku Buwono III dan GKR Kencana yang memiliki garis keturunan Sultan Demak, Paku Buwono IV membawa darah bangsawan kuat dari Mataram dan Demak.

Baca Juga: Begini Kronologi Kisruh Dua Raja di Keraton Surakarta dari Awal hingga Kini

Keluarganya sudah jauh-jauh menyiapkan sebagai pemimpin. Namun, usia muda membuatnya diremehkan dan menghadapi tekanan politik yang sangat besar dari berbagai pihak.

Sang Raja sendiri memang punya ambisi mengembalikan supremasi Surakarta sebagai pusat kekuasaan utama di Jawa. Pandangannya yang pro-ulama juga menjadi ciri khas pemerintahannya.

Dia dikenal raja yang religius, memberi ruang lebih luas bagi kaum ulama dalam mengambil keputusan politik. Sikap ini berbeda dengan raja sebelumnya yang cenderung mengandalkan bangsawan dan abdi dalem.

Masuknya para penasihat dari kalangan ulama inilah yang kemudian memicu kecemburuan serta ketegangan di lingkungan internal keraton.

Para pejabat lama menilai kebijakan raja muda itu sebagai ancaman terhadap stabilitas dan kepentingan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X