7 Pahlawan Perempuan Sebelum Kemerdekaan, dari Laksamana Malahayati Sampai Rasuna Said

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Selasa, 9 November 2021 | 07:05 WIB
RA Kartini (Wikimedia Commons)
RA Kartini (Wikimedia Commons)

Martha sudah ikut berperang pada usia 17 tahun. Dia bahkan memimpin pertempuran di pulau Saparua. Richemont, pimpinan perang Belanda, gugur.

Kapitan Paulus Tiahahu tertangkap dan diijatuhi hukuman mati. Martha Christina meninggal 2 Januari 1818.

Baca Juga: Dear Gaes, Ini 10 Link untuk Twibbon Hari Kesaktian Pancasila

Pada 20 Mei 1969, perempuan pejuang hebat itu di anugerahi gelar Pahlawan Nasional.

6. Nyi Ageng Serang

NYi Ageng Serang
NYi Ageng Serang (Tangkapan layar YouTube)

Nama asli Nyi Ageng Serang adalah Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Lahir di Serang tahun 1752.

Dia bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Dia merupakan penasihat siasat perang dalam Perang Diponegoro atau Perang Jawa 1825-1830.

Padahal, pada awal Perang Diponegoro tahun1825 usianya sudah 73 tahun. Dia memimpin pasukan dari atas tandu.

Baca Juga: Diponegoro, Pangeran yang  Membuat Belanda Bangkrut

Nyi Ageng Serang merupakan keturunan dari Sunan Kalijaga, yang juga juga memiliki keturunan seorang pahlawan nasional, Ki Hajar Dewantara.

 Nyi Ageng Serang beberapakali ditangkap dan dibebaskan Belanda. Dia meninggal dunia pada 1828 karena sakit.

Nyi Ageng Serang diberi gelar Pahlawan Nasional pada 13 Desember 1974. Namanya juga diabadikan untuk gedung Dinas Kebudayaan dan Permuseuman di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Beda Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila

7. HR Rasuda Said

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X