7 Pahlawan Perempuan Sebelum Kemerdekaan, dari Laksamana Malahayati Sampai Rasuna Said

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Selasa, 9 November 2021 | 07:05 WIB
RA Kartini (Wikimedia Commons)
RA Kartini (Wikimedia Commons)

Dia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1 Februari 1966.

4. Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien
Cut Nyak Dien ( sukita.info)

Cut Nyak Dien lahir di Lampadang, AcehBesar, tahun 1848, dari keluarga bangsawan Aceh.

Bersama suaminya, Cut Nyak Dien memimpin pasukan melawan Belanda di Perang Aceh.

Pada 1878, Teuku Ibrahim Lamnga dalam pertempuran. Kematian suaminya membuat Cut Nyak Dien bersumpah akan menghancurkan Belanda.

Baca Juga: Jasad Para Jenderal itu Ditemukan di Sumur Tua di  Lubang Buaya

Dua tahun setelah kematian suaminya, Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Umar dan kembali bersama-sama bertempur di medan perang.

Namun, 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur. Cut Nyak Dien terus memimpin dan megobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda sampai Meulaboh.

Cut Nyak Dien akhirnya tertangkap dan dibawa Belanda ke Banda Aceh. Perempuan hebat ini kemudian dibuang ke Sumedang, Jawa Barat.

Baca Juga: Eksekusi DN Aidit dan Senyum Soeharto

Cut Nyak Dien wafat pada 6 November 1908.  Pada 2 Mei 1964 Cut Nyak Dien mendapat gelar pahlawan nasional.

5. Martha Christina Tiahahu

Martha Christina Tiahahu
Martha Christina Tiahahu (Twitter @wrongindogov)

Martha Christina Tiahahu lahir di Maluku, 4 Januari 1800. Dia putri sulung Kapitan Paulus Tiahahu, pemimpin tentara rakyat Maluku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X