Pertalite Mulai Disaring Berdasarkan Desil, Masalahnya Bukan Cuma Soal Subsidi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:43 WIB
Pembatasan Pertalite untuk  Desil 9 dan 10 (Pinterest )
Pembatasan Pertalite untuk Desil 9 dan 10 (Pinterest )

TITIKTEMU.CO-Ketika harga bensin bersubsidi mulai ditentukan oleh angka desil, yang berubah bukan cuma cara orang membeli Pertalite, tetapi juga cara negara mengelompokkan warganya.

Secara fiskal, kebijakan membatasi subsidi BBM kepada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi memang terdengar masuk akal.

Jika subsidi energi berasal dari APBN dan nilainya sangat besar, tentu muncul pertanyaan: mengapa uang negara harus ikut membiayai konsumsi kelompok yang secara ekonomi relatif mampu?

Baca Juga: CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka 18 Agustus, Jangan Sampai Ketinggalan Tahapan Ini

Namun, persoalannya menjadi jauh lebih rumit ketika kategori statistik tersebut diterapkan langsung di ruang publik. Angka yang awalnya hanya berada dalam tabel data kesejahteraan bisa berubah menjadi semacam “label sosial” ketika digunakan untuk menentukan siapa yang boleh membeli Pertalite bersubsidi dan siapa yang tidak.

Ketika Desil Berubah Menjadi Label Sosial

Pembagian masyarakat berdasarkan desil sebenarnya dibuat untuk memetakan tingkat kesejahteraan. Masalah muncul ketika klasifikasi tersebut diterjemahkan menjadi pembatasan yang terlihat secara langsung di SPBU.

Bayangkan seseorang berdiri di antrean, lalu transaksi BBM-nya ditolak karena sistem menganggap dirinya masuk desil tertentu. Situasi semacam ini berpotensi memunculkan rasa malu, tersinggung, bahkan saling curiga antarwarga.

Baca Juga: Vokalis RoBoKop Clareesya Dilaporkan ke Polisi Gegara Foto 'Gaya Takbir' di Sounds Project

SPBU yang biasanya hanya menjadi tempat membeli bahan bakar bisa berubah menjadi ruang sosial tempat orang menebak-nebak kondisi ekonomi orang lain. Kendaraan yang digunakan, jenis BBM yang dibeli, hingga status dalam sistem digital dapat menjadi bahan penilaian baru.

Di titik ini, kebijakan subsidi BBM tidak lagi sekadar berbicara tentang anggaran. Ada persoalan relasi sosial yang ikut terbawa.

Kelas Menengah Bisa Berada di Posisi Paling Serba Salah

Masalah berikutnya adalah batas antara satu desil dengan desil lainnya tidak selalu menggambarkan kehidupan seseorang secara utuh.

Baca Juga: SPPG Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Jadi Korban: 3 Alami Luka Bakar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X