TITIKTEMU.CO – Informasi mengenai harga Pertamax hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, menjadi perhatian bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Harga Pertamax yang berlaku saat ini masih mengacu pada penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina Patra Niaga mulai 1 Agustus 2026.
Pada awal Agustus, Pertamina Patra Niaga melakukan penurunan harga terhadap sejumlah produk BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax dengan RON 92.
Penyesuaian tersebut membuat harga Pertamax di sejumlah daerah lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Harga Pertamax Berbeda di Setiap Daerah
Harga Pertamax tidak seragam di seluruh wilayah Indonesia. Perbedaan harga tersebut salah satunya dipengaruhi oleh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
Baca Juga: Gus Miftah Soroti Klaim “Restu Istana” Jelang Muktamar NU: Jangan Jual Nama Presiden
Selain itu, Pertamina Patra Niaga secara berkala melakukan evaluasi harga BBM nonsubsidi dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.
Beberapa di antaranya adalah perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat.
Daftar Harga Pertamax 11 Agustus 2026
Berikut daftar harga Pertamax yang berlaku di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa, 11 Agustus 2026:
Sumatera dan Kepulauan
Aceh: Rp16.300 per liter
Sumatera Utara: Rp16.300 per liter
Sumatera Barat: Rp16.650 per liter
Riau: Rp16.650 per liter
Kepulauan Riau: Rp16.650 per liter
FTZ Batam: Rp15.150 per liter
FTZ Sabang: Rp14.950 per liter
Jambi: Rp16.300 per liter
Bengkulu: Rp16.300 per liter
Sumatera Selatan: Rp16.300 per liter
Bangka Belitung: Rp16.300 per liter
Lampung: Rp16.300 per liter
Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
Artikel Terkait
Kepuasan Jemaah Haji 2026 Capai 83,28, Qodari: Bukti Perbaikan Layanan Pemerintah
Kapal Bawa 1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Perairan Bintan, 8 ABK Diamankan Tim Gabungan
Buntut Liburan Jessica Mila ke Pulau Padar saat Pelayaran Ditutup, Satu Nakhoda Kena Sanksi
Seskab Teddy Masuk 3 Besar Pejabat dengan Kinerja Positif Versi IPO, Popularitasnya Juga Tinggi
Gus Miftah Soroti Klaim “Restu Istana” Jelang Muktamar NU: Jangan Jual Nama Presiden