TITIKTEMU.CO-Gaji Rp4 juta, lalu disuruh membagi uang menjadi 50 persen kebutuhan, 30 persen keinginan, dan 20 persen tabungan. Di atas kertas terlihat rapi. Di kehidupan nyata? Bisa jadi baru sampai tanggal 20, saldo rekening sudah ikut menghilang.
Inilah alasan budgeting 50-30-20 sering terasa tidak masuk akal bagi pekerja dengan gaji rendah-menengah. Rumus tersebut sebenarnya hanya panduan: 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau pembayaran utang. Metode ini dipopulerkan Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi melalui buku All Your Worth.
Masalahnya, biaya hidup tidak ikut membaca rumus.
Baca Juga: BRI Akselerasi Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Ekonomi Nasional
Budgeting 50-30-20 Terbentur Pengeluaran Riil
Ambil contoh pekerja lajang dengan gaji bersih Rp4 juta per bulan. Menurut rumus klasik, hanya Rp2 juta yang boleh dipakai untuk kebutuhan.
Coba masukkan biaya kos Rp1 juta, makan Rp1 juta, transportasi Rp400 ribu, pulsa dan internet Rp200 ribu, serta kebutuhan rumah tangga Rp200 ribu. Totalnya sudah Rp2,8 juta.
Belum ada biaya kesehatan, kebutuhan mendadak, cicilan, kirim uang kepada orang tua, atau ongkos pulang kampung.
Baca Juga: Ternyata Anak Bisa Disiplin Tanpa Takut Dihukum: Ini yang Perlu Diubah Orang Tua
Data BPS juga menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat tidak sesederhana tiga kotak dalam rumus tersebut. Statistik 2025 memisahkan konsumsi menjadi makanan dan bukan makanan, dengan kelompok bukan makanan mencakup perumahan, barang dan jasa, pakaian, barang tahan lama, hingga pajak dan asuransi.
Artinya, kebutuhan dasar bisa saja memakan lebih dari 50 persen penghasilan sebelum seseorang sempat memikirkan kategori “wants”.
Masalahnya Bukan Boros, Tapi Angkanya Terlalu Kaku
Baca Juga: Lowongan Kerja BRI 2026 Masih Dibuka: Lulusan D3 Bisa Masuk, Ini Posisi dan Syaratnya
Ada satu kesalahpahaman dalam menerapkan budgeting 50-30-20: menganggap persentasenya sebagai hukum wajib.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Indomaret Dibuka! Lulusan SMA/SMK Bisa Masuk, S1 Punya Jalur Cepat
Gaji UMR Tapi Gak Miskin-Miskin Amat: Rahasia Gen Z yang Nolak Circle Hustle Culture
Ternyata Anak Bisa Disiplin Tanpa Takut Dihukum: Ini yang Perlu Diubah Orang Tua
Dasco Fasilitasi Mediasi SPBUN-SGN dengan Manajemen, Tuntutan Karyawan Disepakati dan Aksi Unjuk Rasa Dibatalkan
Lurah Syerly Temui Warga usai Viral Ucapan 'Cie Curhat', Ulfa Tegaskan Tak Ada Konflik Pribadi
BRI Akselerasi Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Ekonomi Nasional