TITIKTEMU.CO-Kalau secangkir kopi Rp50 ribu disebut sebagai biang keladi kegagalan financial freedom, ada satu pertanyaan yang lebih penting: bagaimana dengan biaya rumah, transportasi, dan pendapatan yang tidak tumbuh secepat kebutuhan hidup?
Narasi “latte factor” memang terdengar masuk akal. Kurangi kopi, masak sendiri, berhenti langganan streaming, lalu uang yang tersisa diinvestasikan. Masalahnya, penghematan kecil tidak selalu mampu melawan biaya besar yang muncul setiap bulan.
Bagi Gen Z dan milenial yang tinggal di kota, persoalan finansial sering kali bukan tentang terlalu sering membeli kopi. Bisa jadi memang struktur biaya hidupnya yang mahal.
Baca Juga: “Aku Introvert” Jadi Kalimat Andalan: Kenapa Semua Orang Mendadak Butuh Waktu Sendiri?
Financial Freedom Terbentur Biaya Hidup yang Tidak Bisa Di-skip
Kopi bisa tidak dibeli hari ini. Tetapi sewa tempat tinggal? Sulit.
Transportasi menuju kantor? Tidak bisa sekadar dihapus dari anggaran. Begitu juga listrik, internet, makan, kesehatan, dan kebutuhan keluarga.
Inilah kelemahan terbesar dari latte factor: ia terlalu fokus pada pengeluaran diskresioner yang terlihat kecil, tetapi sering mengabaikan pengeluaran struktural yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Anak Pertama vs Anak Bungsu: Benarkah Orang Tua Punya Anak Favorit?
BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, tetapi pertumbuhan ekonomi nasional tidak otomatis berarti setiap pekerja mengalami kenaikan daya beli dengan besaran yang sama. Pada saat yang sama, inflasi Indonesia sepanjang 2025 tercatat 2,92 persen.
Angka makro tersebut mungkin terlihat sehat di atas kertas. Namun dompet pribadi tidak hidup di atas kertas.
Masalah Gen Z Bukan Latte, Melainkan “Biaya Masuk” ke Kehidupan Dewasa
Baca Juga: Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?
Ada fase kehidupan ketika pengeluaran kecil memang bisa ditekan. Tetapi ada pula biaya yang terasa seperti tiket masuk untuk bisa bekerja dan tinggal di kota.
Artikel Terkait
Dana Operasional Bea Cukai Ternyata Dipakai untuk Misi Intelijen Rahasia, Uangnya dari Mana?
Program MBG Disebut Bikin Negara “Boros” Rp10,5 Triliun Setahun, Kejagung Bongkar Hasil Audit BPKP
El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan
Toyota Alphard Polisi yang Viral Intimidasi Satpam di Bundaran HI Ini Ternyata Punya Masalah Lain: Pajak Menunggak Sejak 2023
Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?
Anak Pertama vs Anak Bungsu: Benarkah Orang Tua Punya Anak Favorit?
“Aku Introvert” Jadi Kalimat Andalan: Kenapa Semua Orang Mendadak Butuh Waktu Sendiri?