Viral Polemik Prodi Tak Relevan, Mendikti Tegaskan Kampus Akan Diperbarui Bukan Ditutup

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 30 April 2026 | 17:25 WIB
Foto ilustrasi Mendikti pastikan prodi kampus tak ditutup (Dok. Kemendiktisaintek)
Foto ilustrasi Mendikti pastikan prodi kampus tak ditutup (Dok. Kemendiktisaintek)

TITIKTEMU.CO-Isu penutupan program studi di perguruan tinggi sempat memicu kekhawatiran mahasiswa, dosen, hingga calon mahasiswa yang sedang menentukan jurusan kuliah.

Namun Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah bukan menutup program studi, melainkan mengembangkan dan memperbaruinya agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi karena banyak pihak sebelumnya menilai sejumlah jurusan lama berpotensi hilang akibat perubahan industri dan kemajuan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Brian menjelaskan bahwa kampus harus mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman, sebab jurusan yang ada saat ini tidak bisa lagi memakai pola pembelajaran lama tanpa pembaruan kurikulum dan kompetensi.

Baca Juga: El Nino vs Musim Kemarau: Kenapa Cuaca Bisa Lebih Panas? BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini bukan menghapus jurusan, tetapi melakukan transformasi agar lulusan siap masuk ke dunia kerja yang terus berubah.

Sebagai contoh, jurusan teknik elektro di masa lalu tentu berbeda dengan teknik elektro saat ini.

Jika dulu fokus pembelajaran lebih banyak pada sistem konvensional, kini bidang tersebut sudah berkembang dengan integrasi teknologi seperti Internet of Things atau IoT yang menjadi bagian penting dalam industri modern.

Karena itu, materi kuliah juga harus ikut berubah agar mahasiswa tidak tertinggal ketika lulus nanti.

Brian menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan banyak sektor baru yang wajib direspons cepat oleh perguruan tinggi.

Baca Juga: Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026, Referensi Kampus Favorit Calon Mahasiswa

Industri digital, kecerdasan buatan, otomasi, keamanan siber, hingga komputasi kuantum menjadi contoh bidang baru yang mulai membutuhkan tenaga kerja terampil dan siap pakai.

Jika kampus tidak bergerak cepat, maka lulusan berisiko kesulitan bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Pemerintah kini mendorong sistem pembaruan kurikulum secara berkala, bahkan idealnya setiap dua hingga empat tahun sekali seperti yang dilakukan banyak negara maju.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Kemendiktisaintek

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X