TITIKTEMU.CO - Cuaca panas yang terasa semakin menyengat belakangan ini membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah ini hanya musim kemarau biasa, atau ada fenomena lain yang sedang terjadi?
Pada 29 April 2026 pukul 11.08 WIB, lembaga resmi cuaca Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memberikan penjelasan terkait kemungkinan musim kemarau tahun ini yang diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Dalam penjelasannya, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kemunculan fenomena El Niño yang diperkirakan mulai berkembang pada tahun 2026.
Banyak orang menganggap El Nino sama dengan musim kemarau karena keduanya identik dengan cuaca panas dan berkurangnya hujan. Padahal, kedua fenomena ini sebenarnya berbeda baik dari penyebab maupun sifat kejadiannya.
Baca Juga: Drama Korea Terbaru Mei 2026 yang Siap Meledak Ratingnya, Watchlist Wajib Pecinta Drakor
Musim kemarau sendiri merupakan siklus iklim yang secara alami terjadi setiap tahun di Indonesia. Fenomena ini dipengaruhi oleh angin monsun dari Australia yang membawa udara kering ke wilayah Nusantara.
Akibatnya, curah hujan di berbagai daerah menjadi lebih rendah sehingga kondisi cuaca terasa lebih kering.
Dengan kata lain, musim kemarau adalah pola cuaca tahunan yang memang selalu datang secara rutin. Berbeda dengan itu, El Niño merupakan fenomena anomali iklim global yang tidak muncul setiap tahun.
Biasanya fenomena ini terjadi dalam rentang waktu tiga hingga tujuh tahun sekali.
Baca Juga: Drama Korea Terbaru Mei 2026 yang Siap Meledak Ratingnya, Watchlist Wajib Pecinta Drakor
El Nino dipicu oleh peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Perubahan suhu laut ini kemudian memengaruhi sirkulasi atmosfer di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya bisa terasa dalam bentuk perubahan pola hujan, suhu udara yang lebih tinggi, hingga musim kering yang lebih ekstrem.
Perbedaan utama antara keduanya terlihat dari dampak yang ditimbulkan. Musim kemarau normal biasanya hanya menyebabkan cuaca kering dalam batas yang masih wajar. Namun ketika El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau, kondisi tersebut dapat memperparah kekeringan.
Curah hujan dapat turun jauh di bawah rata-rata, suhu udara terasa lebih panas dari biasanya, dan risiko kekeringan di sejumlah wilayah meningkat. Situasi seperti ini juga berpotensi memicu masalah lain, seperti berkurangnya sumber air hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan.
Menurut penjelasan BMKG, kemarau adalah musim yang pasti terjadi setiap tahun, sedangkan El Nino merupakan variasi iklim antar tahunan yang bisa membuat musim kemarau menjadi jauh lebih kering.
Artikel Terkait
Drama Korea Terbaru Mei 2026 yang Siap Meledak Ratingnya, Watchlist Wajib Pecinta Drakor
Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi THE AUR 2026: Pilihan Cerdas untuk Kuliah Jalur Mandiri
Setelah 11 Juta Penonton di Bioskop, Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Siap Mengguncang Netflix
James Gunn Bocorkan Papan Catur di Superman: Man of Tomorrow, Bakal Ada Duel Strategi?
Daftar Fitur Baru PVZ Fusion 3.5: Tanaman Unik, dan Zombie Terkuat yang Harus Diketahui!
Teks Doa Upacara Hardiknas 2026: Contoh Naskah untuk Sekolah pada 2 Mei
Menteri PPPA Viral dari Partai Apa? Profil Arifah Fauzi Instagram, Suami Ramai Usulkan Gerbong Wanita Dipindah
Duka di Samudra! Inilah Profil 4 WNI Korban Penyanderaan Perompak Somalia di Kapal MT Honour 25
Canva Error Hari ini Rabu 29 April 2026 Muncul 'Error 503 Service Unavailable' ? Jangan Panik, Ini Penyebab serta Cara Mengatasinya
Roblox Error 'Third Party Software Is Interfering With Roblox' Penyebab Dan Cara Mengatasinya