Kenapa Orang Tua Kurang Mampu Bisa Lebih Bahagia? Ini yang Diungkap Riset

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:39 WIB

TITIKTEMU.CO-Ada keluarga yang hidup sederhana tetapi rumahnya ramai oleh tawa. Di sisi lain, ada keluarga berkecukupan yang justru jarang punya waktu untuk duduk bersama. Dari sini muncul pertanyaan menarik: kenapa orang tua kurang mampu kadang terlihat lebih bahagia daripada keluarga kaya?

Jawabannya ternyata tidak bisa dihitung hanya dari jumlah uang di rekening.

Riset menunjukkan bahwa pendapatan memang berkaitan dengan kebahagiaan, tetapi hubungan tersebut tidak berjalan lurus tanpa batas. Studi terhadap 166 negara menemukan bahwa pendapatan dan dukungan sosial sama-sama berpengaruh terhadap kebahagiaan, sementara hubungan antara pendapatan dan kebahagiaan dapat berbentuk tidak linear.

Baca Juga: Belajar Skill Baru di Usia 30 Itu Bukan Terlambat, Justru Bisa Jadi Tiket Naik Level

Orang Tua Kurang Mampu Tidak Berarti Hidupnya Lebih Mudah

Perlu diluruskan sejak awal: orang tua kurang mampu bukan berarti otomatis lebih bahagia.

Keterbatasan ekonomi tetap dapat menghadirkan tekanan besar. Biaya sekolah anak, kebutuhan makanan, tempat tinggal, kesehatan, hingga tagihan bulanan bisa menjadi sumber kecemasan yang nyata.

Jadi, bukan kemiskinan atau kekurangan materi yang membuat sebuah keluarga bahagia. Yang menarik justru bagaimana keluarga membangun hubungan, menghadapi masalah, dan menemukan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Kode Redeem FF 24 Agustus 2026: Ada Batu Incubator Gratis, Buruan Klaim Sebelum Kedaluwarsa!

Uang Penting, tetapi Bukan Satu-satunya Faktor

Menyebut uang tidak penting juga keliru.

Sejumlah penelitian menunjukkan pendapatan memiliki hubungan positif dengan kepuasan hidup, terutama ketika seseorang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Namun, pengaruhnya cenderung semakin kecil ketika kondisi ekonomi sudah lebih baik.

Dengan kata lain, tambahan penghasilan bisa sangat berarti ketika digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Tetapi setelah kebutuhan tersebut tercukupi, faktor lain seperti kesehatan, hubungan sosial, waktu bersama keluarga, dan rasa memiliki dukungan mulai ikut memainkan peran besar.

Baca Juga: Praperadilan Lodewyk Pusung Kandas di PN Jakpus, Hakim Tak Sentuh Sah atau Tidaknya Status Tersangka

Kehangatan Keluarga Tidak Dijual di Toko

Bayangkan seorang ayah pulang kerja lalu duduk di teras bersama anaknya. Tidak ada restoran mahal, liburan ke luar negeri, atau hadiah bermerek. Hanya teh hangat dan obrolan tentang kejadian di sekolah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X