Gen Z Mulai Tinggalkan Brand Mewah: Jika Bukan Logo Mahal, Lalu Apa yang Mereka Cari?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 29 April 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi Gen Z tak lagi menganggap brand mewah simbol status (Desain AI )
Ilustrasi Gen Z tak lagi menganggap brand mewah simbol status (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Dulu, memiliki tas mahal, sepatu bermerek, atau jam tangan dari brand terkenal dianggap sebagai simbol keberhasilan. Semakin besar logo yang menempel, semakin tinggi pula kesan status sosial yang ditampilkan.

Namun bagi generasi muda saat ini, terutama Gen Z, pola pikir itu mulai berubah cukup drastis.

Sebuah riset dari VML menunjukkan bahwa sekitar 70% Gen Z merasa brand mewah tidak lagi otomatis membuat seseorang terlihat keren.

Bagi mereka, kemewahan bukan lagi soal label mahal, tetapi tentang pengalaman, kenyamanan hidup, dan kebebasan menentukan gaya hidup sendiri.

Ini bukan berarti Gen Z tidak menyukai hal-hal yang terasa mewah. Justru sebaliknya.

Baca Juga: Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi THE AUR 2026: Pilihan Cerdas untuk Kuliah Jalur Mandiri

Sekitar 65% dari mereka tetap menginginkan gaya hidup yang terasa premium, tetapi definisi “premium” itu telah bergeser dari benda menjadi pengalaman.

Misalnya, daripada membeli tas puluhan juta rupiah, banyak Gen Z lebih memilih menghabiskan uang untuk traveling, konser musik, workshop kreatif, atau pengalaman unik yang bisa memberi cerita baru dalam hidup mereka.

Bagi generasi ini, memori dan pengalaman sering terasa jauh lebih bernilai dibanding barang yang hanya berfungsi sebagai simbol status.

Media sosial juga ikut memengaruhi perubahan cara pandang ini.

Di era ketika hampir semua orang bisa melihat kehidupan orang lain secara real time, pamer logo mahal justru sering dianggap terlalu “trying too hard”.

Sebaliknya, konten yang menunjukkan gaya hidup autentik, pengalaman menarik, atau aktivitas yang meaningful justru lebih dihargai.

Tidak heran jika banyak Gen Z lebih tertarik pada brand kecil yang punya cerita kuat, nilai keberlanjutan, atau konsep yang unik dibanding brand besar yang hanya mengandalkan reputasi lama.

Mereka ingin tahu bagaimana produk dibuat, apakah prosesnya ramah lingkungan, dan apakah brand tersebut punya nilai yang sejalan dengan kepercayaan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X