“Kalau sekolah umum dapat kuota PPPK, kenapa madrasah tidak? Padahal kami menopang pendidikan karakter dan agama di lapangan,” ujar salah satu peserta aksi.
Mereka juga menyoroti persoalan administrasi yang rumit dan tunjangan yang belum dibayarkan selama bertahun-tahun.
Bagi mereka, perjuangan ini bukan semata soal status kepegawaian, tetapi juga tentang pengakuan terhadap kerja keras yang kerap luput dari perhatian.
Baca Juga: Quarter Life Crisis dan Filosofi Hidup Santai: Belajar Stoik Tanpa Jadi Kaku
Empat Tuntutan untuk Pemerintah: Sebuah Seruan Keadilan
Dalam aksi damai yang tertib dan penuh spanduk bernada satire itu, para guru madrasah menyuarakan empat tuntutan utama:
1. Penerbitan SK PPPK bagi guru inpassing madrasah swasta.
2. Pengakuan masa kerja inpassing dalam sistem kepegawaian.
3. Pembayaran tunggakan tunjangan guru inpassing tahun 2012–2014 dan 2018–2019.
4. Penerbitan SK inpassing bagi guru bersertifikat yang belum diakui secara administratif.
Empat poin sederhana, tapi mencerminkan perjuangan panjang. Mereka bukan menuntut istimewa—hanya meminta setara.
Akhir Kata: Mengajar Tanpa Pengakuan, Tapi Tak Pernah Menyerah
Guru madrasah mungkin tak punya megafon besar atau panggung politik.
Tapi suara mereka hari itu bergema di bawah bayang-bayang Monas—menandakan bahwa perjuangan untuk keadilan pendidikan masih jauh dari selesai.
Mereka tetap mengajar, tetap tersenyum, meski status dan haknya masih menggantung.
Artikel Terkait
Harga Emas Turun, Niat Beli Ikut Luntur: Antara Logam Mulia dan Logika Hati-Hati
Soft Life Movement: Ketika Generasi Muda Memilih Damai daripada Drama
Quarter Life Crisis dan Filosofi Hidup Santai: Belajar Stoik Tanpa Jadi Kaku
Saksi Kasus Kematian Prada Lucky, Prada Richard Ungkap Trauma dan Permintaan Dipindahkan dari Satuan
Ribuan Guru Madrasah Demo di Jakarta, Tuntut Pemerintah Beri Kuota ASN dan PPPK yang Adil
Pemerintah Siapkan 240 Ribu Hektare Lahan untuk Produksi Bioetanol Nasional, Target Kurangi Impor BBM pada 2027
Ekonom Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Soroti Keterlibatan Pejabat dan Klaim ‘Proyek Busuk’
Ratusan Siswa di Gunungkidul Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Turun Tangan Tinjau Dapur Sekolah
Ekonom Anthony Budiawan Sebut Ada Pemufakatan Jahat dan Dugaan Mark Up di Proyek Kereta Cepat Whoosh
Kelebihan Uang Lelang di Pegadaian: Cara Klaim dan Syarat Pengambilan Terbaru 2025