Jeritan dari Panggung Monas: Ketika Guru Madrasah Menuntut Keadilan yang Tak Kunjung Datang

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:10 WIB
Tangkapan layar aksi para guru madrasah terkait tuntutan pengangkatan menjadi ASN atau PPPK.  (TikTok/paizirawan02 dan Instagram @mediagamedika)
Tangkapan layar aksi para guru madrasah terkait tuntutan pengangkatan menjadi ASN atau PPPK. (TikTok/paizirawan02 dan Instagram @mediagamedika)

TITIKTEMU.CO - Langit Jakarta siang itu jadi saksi ribuan guru madrasah dari berbagai penjuru negeri yang menumpahkan kegelisahannya di depan Monas, Kamis 30 Oktober 2025.

Dengan wajah penuh lelah tapi hati menyala, mereka datang bukan untuk mencari sensasi, melainkan mencari kejelasan nasib, status, dan penghargaan atas dedikasi yang selama ini mereka beri.

Para pendidik ini menuntut keadilan, terutama bagi guru madrasah swasta yang hingga kini belum mendapat jatah pengangkatan sebagai ASN atau PPPK. Di tengah hiruk pikuk reformasi birokrasi, nama mereka seolah tak pernah masuk daftar prioritas.

Baca Juga: Saksi Kasus Kematian Prada Lucky, Prada Richard Ungkap Trauma dan Permintaan Dipindahkan dari Satuan

Titik Terakhir: Ketika Dialog Tak Lagi Didengar

Aksi ini bukan yang pertama. Menurut Ketua Umum PGMNI, Heri Purnama, langkah turun ke jalan adalah pilihan terakhir setelah berbagai upaya diplomasi gagal berbuah hasil.

“Kami sudah bertemu Komisi 8, Komisi 10 DPR RI, juga Kemenag dan MenPAN-RB. Tapi semuanya seperti jalan di tempat.

Ini titik terakhir kami,” ujar Heri dengan nada tegas tapi getir.

Ia menegaskan, guru madrasah selama ini tidak diberi kesempatan setara dalam seleksi ASN dan PPPK, padahal dasar hukumnya sama dengan guru di bawah Kemendikdasmen—yakni Undang-Undang Sisdiknas dan Undang-Undang Guru dan Dosen.

“Kami juga lembaga pendidikan yang mengajar anak bangsa. Tapi kenapa perlakuannya berbeda?” tambahnya.

Baca Juga: Harga Emas Turun, Niat Beli Ikut Luntur: Antara Logam Mulia dan Logika Hati-Hati

Ketimpangan yang Nyata: Pendidikan Umum vs Madrasah

Isu kesetaraan kembali mencuat.

Para guru madrasah menilai bahwa pemerintah terlalu fokus pada sekolah umum, padahal jumlah madrasah swasta justru mendominasi di banyak daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X