Saksi Kasus Kematian Prada Lucky, Prada Richard Ungkap Trauma dan Permintaan Dipindahkan dari Satuan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:35 WIB
Prajurit Dua (Prada) Richard Bulan mengungkapkan kisah kelamnya di ruang sidang Pengadilan Militer III-15 Kupang. (Instagram @paulminarty.minarty)
Prajurit Dua (Prada) Richard Bulan mengungkapkan kisah kelamnya di ruang sidang Pengadilan Militer III-15 Kupang. (Instagram @paulminarty.minarty)

TITIKTEMU.CO - Dengan suara bergetar, Prajurit Dua (Prada) Richard Bulan mengungkapkan kisah kelamnya di ruang sidang Pengadilan Militer III-15 Kupang.

Ia menjadi saksi dalam kasus kematian rekan satuannya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, yang diduga tewas akibat penganiayaan brutal oleh para senior di Yonif TP/834/WM, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sebagai laki-laki, saya merasa sangat dipermalukan,” kata Richard dengan mata berkaca-kaca. Di balik kata-katanya, tersimpan trauma mendalam yang belum sembuh.

Baca Juga: BGN Tetapkan Batas Layanan Harian Program Makan Bergizi Gratis: Maksimal 2.500 Porsi per SPPG

Ingin Dipindahkan dari Satuan demi Keselamatan

Usai memberikan kesaksian, Richard mengaku masih mengalami kencing darah dan ketakutan setiap kali mengingat kejadian itu.

Ia berharap bisa segera dipindahkan ke satuan lain agar bisa menjalani perawatan medis dan pemulihan psikologis.

“Kalau bisa saya dipindahkan supaya bisa berobat,” ujarnya pelan.

Selain itu, Richard menyatakan siap untuk mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) karena khawatir akan keselamatannya setelah membuka fakta-fakta kekerasan di dalam satuan.

Baca Juga: Polisi Diduga Lakukan Catcalling di Melawai, Polda Metro Jaya Beri Sanksi Disiplin dan Lakukan Pemeriksaan Internal

Suara Ibu yang Tak Bisa Diam

Di ruang sidang, tangisan Marice Ndun, ibunda Prada Richard, pecah saat mendengar kesaksian anaknya.

Ia menuntut agar 22 terdakwa dalam kasus kematian Prada Lucky dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

“Saya melahirkan dia sendiri, saya janda, saya tidak pernah pukul dia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X