Perkembangan dan Pengasuhan Anak dalam Perspektif Budaya Jawa

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 10 Oktober 2022 | 17:28 WIB
Pengasuhan bayi harus dimulai sejak dini, bahkan mulai dalam kandungan hingga lahir ke dunia. Ilustrasi (Pixabay)
Pengasuhan bayi harus dimulai sejak dini, bahkan mulai dalam kandungan hingga lahir ke dunia. Ilustrasi (Pixabay)

Maskumambang terdiri dari dua kata yaitu mas dan kumambang. Mas atau emas artinya suatu yang sangat berharga, yang memiliki makna bahwa anak meskipun masih dalam kandungan memiliki nilai yang sangat istimewa.

Mambang atau kemambang berarti mengambang. Sehingga maskumambang menggambarkan seorang bayi yang hidup mengambang dalam rahim ibu selama 9 bulan (Wasisto, 2020).

Baca Juga: 7 Manfaat Tomat untuk Tubuh Kita. Untuk Mata Hingga Kesehatan Ibu Hamil

Mijil berasal dari kata wijil dalam bahasa Jawa yang artinya ‘keluar’. Tembang ini bermakna saat seorang anak dilahirkan ke dunia dari rahim seorang ibu. Pada fase ini seorang anak masih tidak berdaya dan membutuhkan sosok pelindung serta kasih sayang dari orang tua (Zahra, 2018).

Sinom dalam bahasa jawa dapat berarti isih enom (masa muda). Tembang ini menggambarkan masa muda yang indah dan penuh dengan harapan dan angan-angan (Zahra, 2018).

Untuk menghadapi masa-masa tersebut, tentu diperlukan pengasuhan yang sesuai. Ki Hajar Dewantara memperkenalkan konsep pengasuhan yaitu konsep sistem among yang populer dengan asah, asih, asuh (Wahyuningsih, Dewi, dan Hafidah, 2019).

Baca Juga: 8 Destinasi Wisata Padang, Indah dan Megah termasuk Pantai Air Manis legenda Malinkundang dan Masjid Raya

Kata asah, asih, asuh berasal dari kata silih asah yang berarti saling mengingatkan, silih asih yang memiliki arti saling mengasihi, dan silih asuh yang berarti saling membimbing (Jauharotussany, 2022).

Asah juga memiliki arti kebutuhan stimulasi yang mana pada usia golden age ini proses stimulasi dalam pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan ini sudah harus diberikan. Sedangkan asih diartikan sebagai kebutuhan emosi dan kasih sayang yang dilakukan sejak anak dalam kandungan. Asuh berarti kebutuhan yang menyangkut fisik dan kesehatan anak terkait dengan kebutuhan, gizi, dan imunisasi (Jauharotussany, 2022).

Teori asah, asih, asuh ini sejalan dengan teori perkembangan yang memberikan fokus perkembangan pada aspek fisik, kognitif, dan juga sosioemosi.

Baca Juga: Ini Manfaat Sarang Burung Walet: sumber antioksidan, turunkan risiko penyakit jantung & bagus untuk ibu hamil!

Perkembangan prakelahiran terbagi menjadi dua periode yaitu embrionik yang terjadi 2-8 minggu paska pembuahan dan periode fetal yaitu 3 bulan setelah pembuahan.

Di masa ini, otak embrio anak sudah mulai berkembang dan sistem saraf sudah mulai terlihat seperti bentuk tabung. Pada masa ini kondisi fisik dan suasana hari ibu sangat berpengaruh pada perkembangan anak.

Kecemasan dan ketegangan yang dialami oleh seorang ibu dapat berdampak jangka panjang (Santrock, 2011). Seperti penjelasan budaya jawa dalam filosofi maskumambang, maka harus dijaga baik-baik karena anak adalah harta yang berharga, dan sejak dalam kandungan hitungan usia golden age ini sudah terhitung sehingga harus benar-benar diperhatikan dari segi nutrisi, kebutuhan, sampai dengan psikologis dan emosinya.

Baca Juga: 8 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan yang sayang dilewatkan. Salah satunya, mengurangi resiko jantung

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X