RESHUFFLE, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 16 Juni 2022 | 10:49 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin (Sekretariat Presiden/Muchlis)
Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin (Sekretariat Presiden/Muchlis)

Bendera Merah Putih
Bendera Merah Putih (Istimewa)

Bila kita bayangkan seorang presiden itu seperti seorang pelatih sepakbola, maka ia sangat tahu yang dibutuhkan tim untuk memenangi suatu pertandingan yang menentukan. Misalnya Carlo Ancelotti pelatih Real Madrid, tahu caranya menaklukkan Liverpool yang dipimpin Jurgen Klopp agar bisa merebut piala Champion.

Pep Guardiola tahu persis komposisi seperti apa yang harus disusun saat tim asuhannya Manchester City menghadapi Liverpool asuhan Jurgen Klopp, untuk merebut piala Liga Primer. Stefano Pioli pelatih AC Milan tahu pula cara mengalahkan Inter Milan yang dipimpin Simone Inzaghi. Tapi, Inzaghi tahu juga bagaimana meredam Juventus sehingga menjadi juara Coppa Italia 2021-2022.

Kini, di saat-saat terakhir, Jokowi merombak kabinetnya lagi, meskipun tidak seperti yang diperkirakan (diharapkan) publik, tentu bukan tanpa alasan yang kuat, tepat, dan mendesak. Ini merupakan bagian dari pertaruhan kredibilitas presiden dan trust, kepercayaan rakyat pada presiden.

Baca Juga: CERBUNG: Inspirasi Melankolis.....! SEBATAS AURORA Oleh: Triana Rahayu, Episode : V

Karena itu, dari kacamata positif, reshuffle ini semoga benar-benar untuk mewujudkan arti yang sesungguhnya dari politik dan tujuan dari sebuah pemerintahan negara. Yakni menciptakan bonum commune, kesejahteraan bersama, seluruh rakyat. Bukankah itu tujuan mulia dari berpolitik. Ibarat kemenangan, dalam sepakbola.

Tentu setelah reshuffle diumumkan dan hanya dua menteri yang diganti, publik masih bertanya-tanya, “kok si anu tidak?”; “kok si una juga tidak?” Ah, itu hak prerogatif presiden.

Itulah politik. Tetapi, tempus fugit, non autem memoria, waktu terus berjalan tetapi ingatan tidak. Ingatan rakyat terhadap pemerintahan Pak Jokowi yang disebut sebagai man of the people tak akan pernah berlalu seperti waktu. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X