PERCAKAPAN DI RUANG UGD Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 24 April 2022 | 08:33 WIB
Ilustrasi. Ruang UGD di sebuah Rumah Sakit (Istimewa)
Ilustrasi. Ruang UGD di sebuah Rumah Sakit (Istimewa)

“Betul. Lho, sampeyan kok tahu..ya dia. Saya diberi nama Purba. Katanya nama itu cocok untuk saya, sesuai dengan wajah saya yang jelek ini, seperti wong purba….hahahaha….”

Kami yang mendengar cerita itu tak kuasa menahan tawa…ruang UGD pun seperti hidup. Tetapi, ada rasa bersalah pada pasien di bed nomor dua. Saya nggak tahu, apa yang dirasakan pasien itu, mendengar ledakan tawa kami, yang kudengar hanya suara tuit…tuit…tuit….tuit….

Begitu tawa reda, saya lalu bertanya, “Dok, katanya, Pak Mantri suka kasih nama murid-muridnya dengan nama yang aneh-aneh, ya?”

“Oh, iya, Pak…itu kenangan kala esema yang tak terlupa.”

“Lalu bagaiman cerita ibu kost tadi yang sampeyan musuhi?”

Baca Juga: Diminta Mempromosikan Jalur Selatan Saat Mudik Lebaran Oleh Menko PMK, Ini Kata Ganjar

Sebelum menjawab dokter Bedjo tertawa. “Oh iya, jadi selama kuliah saya juga tetep kost di tempat itu. Meskipun setelah tamat SMA, mbok saya pernah bertanya ‘Jadi pindah kost?’ Saya jawab, ‘Tidak.’ Saya bisa diterima di UGM juga karena nama saya, ‘Bedjo’. Lha gimana enggak, teman sekost bahkan sekamar saya, yang juga sama-sama di De Britto dan nilainya selalu lebih bagus dibanding saya, nggak keterima di Kedokteran UGM.”

“Selama kuliah saya juga nggak pernah baikan dengan ibu kost. Bahkan, pada tahun kelima, jelang tahun terakhir kuliah, saya tambah edan. Suka dugem, begadang, pulang malam bahkan subuh. Ibu kost marah. Pintu digembok. Pagar dipasang kawat berduri. Tapi, saya tidak peduli.”

“Wow…hebat banget sampeyan dok…hebat nekadnya.”

Baca Juga: MUDIK: Ini Dia Info Sistem One Way, Ganjil Genap, Hingga Tarif Tol Jakarta-Semarang

“Suatu malam, saat pulang, saya langsung diseret ibu kost masuk ke kamar. Di dalam, saya dimarahi habis-habisan….yang saya masih ingat, ibu kost bilang, ‘…dasar anak randha nggak tahu diri…mbokmu mbanting-tulang cari biaya kuliah, kamu tak tahu diri, ngedan….’ Saya nangis mendengar itu……”

Kata dokter Bedjo, “Sejak itu, saya seperti dibangunkan, disadarkan…dan baru ingat, ini tahun terakhir…dan dari 12 nilai yang harus masuk, saya baru masukkan dua nilai…maka saya kejar yang 10 nilai….alhamdulillah berhasil….gara-gara dimarahi ibu kost.”


Empat

“Ya, begitulah jalan hidup saya, Pak. Saya si Bedjo ini beja ketemu ibu kost yang baik, walau saya musuhi. Maka sejak itu, saya jalani hidup ini dengan penuh syukur, juga berusaha mengajak pasien, termasuk sampeyan, untuk selalu bersyukur dalam kondisi apa pun. Tidak aneh-aneh. Sumarah. Sumeleh.”

Baca Juga: Survei Charta Politika: Ini Dia Profil 3 Tokoh yang Berpeluang Kuat Jadi Gubernur Jateng. Gibran Masuk Daftar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X