opini

"KETIBAN PULUNG" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Minggu, 12 Juni 2022 | 14:13 WIB
Pulung. Ilustrasi (Istimewa)

Baca Juga: PIALA PRESIDEN 2022: Persita Siap Tempur Hadapi PSIS

Kampanye. Ilustrasi (Istimewa)

Kedua
Mengapa orang, terutama Jawa, percaya pada tanda-tanda seperti misalnya andaru dan pulung? Karena kepemimpinan Jawa, antara lain bersifat metafisis (Suwardi Endraswara, 2013). Artinya selalu dikaitkan dengan hal-hal metafisik seperti wahyu, ndaru, pulung, drajat, keturunan (nunggak semi) dan sebagainya.

Dengan itu, seolah-olah kemampuan memimpin seseorang bukan sebagai suatu capability, bukan hasil dari pengalaman panjang dan belajar dari bangku sekolah serta bangku kehidupan, tetapi lebih condong sebagai miracle. Mukjizat yang diturunkan dari langit.

Baca Juga: GEGER ABORSI 7 JANIN DI MAKASSAR (5): Tak Direstui Orang Tua Pacar, Terduga Pelaku Aborsi Tak Kunjung Dinikahi

Karena kepemimpinan itu bersifat metafisis, maka dulu (semoga sekarang, tidak) untuk mendapatkannya orang banyak melakukan ritual-ritual seperti bertapa kungkum, minta restu pada “orang pinter”, membeli ajimat bisa berupa keris atau batu atau gelang dan sebagainya. Hal-hal seperti itu hingga kini masih dilakukan sementara orang.

Apakah sekarang orang masih memburu pulung atau andaru? Kalau masih, tentu Kuasa Langit akan menjatuhkan entah andaru atau pulung bukan pada orang yang bertapa kungkum, bukan pula pada yang bertanya kepada “orang pinter”, dan juga pada orang yang memiliki ajimat-ajimat.

Baca Juga: CERBUNG Eps. III. Inspirasi Melankolis.....! SEBATAS AURORA Oleh: Triana Rahayu

Tetapi kiranya pada orang yang bisa dipercaya (punya kredibilitas), yang berintegritas, yang punya kompetensi, yang jujur, yang sejalan antara apa yang diomongkan dan dilakukan, yang bekerja untuk seluruh rakyat, yang tidak hanya pinter ngomong tetapi tak pandai bekerja, yang amanah, yang punya compassion terhadap penderitaan orang lain, yang toleran, yang tidak mementingkan dirinya sendiri..dan masih banyak lagi yang memiliki hal-hal baik yang berguna bagi orang banyak.

Saya kira, Kuasa Langit juga hanya akan menjatuhkan andaru atau pulung pada orang yang memiliki track record yang baik sebagai pemimpin; yang mempunyai komitmen dan selalu mengabdi untuk rakyat didasarkan oleh kewajiban yang harus dilaksanakan atas amanah yang telah diberikan dan melaksanakan janji-janji yang pernah disebutkan.

Baca Juga: Cerita Horor SimpleMan Desa Gondo Mayit, Kisah Mistis Pendaki Gunung

 

Ilustrasi (Istimewa)


Ketiga
Apakah Kuasa Langit (Kuasa Terang) selalu menang? Artinya yang dipilih akan memenangkan pertarungan. Tidak juga. Banyak kali Kuasa Bawah Tanah (Kuasa Kegelapan) yang memenangi pertarungan.

Mengapa bisa demikian? Karena mata hati manusia telah tertutup dan dikuasai Kuasa Kegelapan. Mereka tidak melihat bahwa ada orang atau tokoh yang memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin yang baik. Mereka lebih melihat orang yang hanya berjubah pemimpin.

Baca Juga: Berburu 7 Kuliner Jogja di Kaliurang, Sisi Lain Kota Pelajar Jogja yang Layak Dicoba

Sementara itu hal-hal yang terkait, misalnya, dengan kapabilitis, kompetensi, dan kredibilitas, kurang diperhatikan…. Apakah dengan demikian Kuasa Langit, salah? Tidak! Kuasa Langit tidak pernah salah. Manusialah yang kanggon kesekengan…sehingga bisa salah dan membuat kesalahan.

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB