Dua
Banyak teman dan sahabat baik. Memperhatikan. Saya pejamkan mata, berusaha memahami pesan teman-teman, sambil berdoa, terima kasih Tuhan, saya masih punya teman yang peduli.
Baca Juga: Asam Lambung Naik? Begini Cara Mencegahnya
“Kenapa, Pak?” Saya dengar suara bariton menyapa. Buru-buru saya buka mata. Saya lihat seorang dokter berbadan besar, berkulit coklat, rambut agak sedikit gondrong melihat saya dengan pandangan ramah.
Belum sempat saya jawab, dokter itu mengatakan, “Menurut perawat, tensi ok, gula darah juga ok, saturasi ok, saya baca hasil lab seminggu lalu ok meski ada catatan kecil, ….”
“Lalu, kenapa ya Dok, saya pusing, lemas, perut perih sekali, mual-mual?” tanya saya.
“Muntah-muntah? Berapa kali? Apa sama dengan waktu beberapa waktu lalu datang ke sini?” tanya dokter.
“Iya, muntah-muntah tapi cuma dua kali,” jawab saya.
“Sampeyan mikir apa, Pak?” Pertanyaan dokter membuat dahi saya berkerut? Lalu bertanya, “Memangnya kenapa, Dok?”
“Sudah, Pak, semeleh saja. Disyukuri saja…kalau bisa muntah-muntah ya alhamdulillah asam lambung keluar, kalau nggak muntah-muntah ya alhamdulillah asam lambung cair, kalau bersendawa terus ya bagus gas lambung keluar…Nggak usah mikir negara, negara sudah ada yang mikir, macam-macam. Ada yang mikir bagaimana cara mbangun. Ada yang mikir bagaimana caranya ngrusak, bagaimana caranya korupsi, caranya nipu, dan banyak lagi,” kata dokter
“Lho, ini ceritanya gimana, Dok?” tanya saya karena nggak paham
“Ini menurut saya, asam lambung naik. Itu yang bikin perut perih, mual-mual, sesak napas, juga rasa perih sampai tenggorokan, dan suara sampeyan serak….asam naik itu bisa karena pikiran berat dan…”
Baca Juga: Bayern Muenchen Juara Bundesliga 10 Tahun Beruntun
“Maaf, Dok…dokter namanya siapa?” kata saya memotong penjelasan dia.
“Oh, nama saya? Nama saya Bedjo. Kok berkerut jidatnya, pasti nggak percaya kalau nama saya Bedjo. Lha, saya ini wong ndeso. Saya dari Batang, tapi ndeso. Ya, oleh orangtua saya diberi nama ndeso, Bedjo. Lengkapnya Bedjo Soebakti,” jelasnya.