'ADA MATAHARI DI AGATS' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Jumat, 9 Juni 2023 | 10:33 WIB
Bu Risma bersama anak-anak di Agats, Asmat  (Trias Kuncahyono)
Bu Risma bersama anak-anak di Agats, Asmat (Trias Kuncahyono)

Baca Juga: Presiden Jokowi Blusukan Di Pasar Malaysia Dengan PM Anwar Ibrahim

Pesawat menukik. Dan, terdengar benturan keras. Roda pesawat menyentuh landasan pacu. Sampailah kami di Bandara Ewer, yang kiri-kanan landasan pacunya tumbuh berjajar pohon bakau.

Kata sahabat saya, Don Rozano yang selalu mendampingi Mensos, kalau pagi pesawat tidak bisa mendarat. Sebab, air pasang menutup landasan.

Begitu pesawat berhenti, dari jendela saya lihat Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito OFM, Bupati Asmat Elisa Kambu, dan banyak lagi tokoh-tokoh Agats sudah menunggu.

Baca Juga: UGM Buka Beasiswa S2 Sekolah Pascasarjana, Bisa Bebas UKT

Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka, menyambut Mensos. "Sudah tiga kali Bu Risma mengunjungi Agats," kata Mgr Murwito saat memberikan sambutan di Keuskupan. Wajah-wajah gembira itu menceritakan bahwa dua kali kunjungan Mensos di waktu sebelumnya sangat dirasakan manfaatnya. Mereka berharap bahwa kunjungan ketiga semakin dirasakan manfaatnya.

Semestinya memang demikian. Kunjungan pejabat bukan sekadar acara seremonial, gunting pita, tanam pohon, peletakan batu pertama, foto-foto tapi memberikan manfaat, manfaat jangka panjang bagi masyarakat daerah/kota yang dikunjungi.

Baca Juga: 10 transaksi transfer Liga Premier Inggris terburuk musim ini

Tidak seperti saat ini, banyak pejabat mendekati rakyat dan menganggap rakyat ada karena ingin meminta suara. Ketika akhirnya sampai di Agats, setelah naik speedboat dari Pelabuhan Kausari sekitar satu kilometer dari Bandara Ewer, menyusuri Sungai Asewet selama 15 menit, sangat terasa betapa hidup di Jakarta dan kota-kota di Jawa sangat berlebihan, berkecukupan. Semua serba ada; dan bisa didapat.

Di Agats, tidak tercium "bau" Jakarta yang serba pura-pura. Getaran Jakarta juga kurang terasa, beda dengan di Jayapura yang meskipun letaknya lebih ke timur, dekat dengan PNG. *

Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Jemaah Dilarang Memasukkan Tamu Di Hotel

Agats yang terletak di pesisir barat Papua menghadap Laut Arafura, sungguh memesona dalam kesederhanaannya. Kota ini terletak di delta Sungai Asewets, di daerah dataran rendah pasang surut, tanah berlumpur dan berawa.

Pada saat pasang, air dapat naik hingga 5 meter di atas permukaan laut, menghasilkan konstruksi unik kota tempat semua bangunan dan jalan ditinggikan dengan struktur kayu, dan yang lebih baru, beton, terutama jalan-jalan utama.

Baca Juga: Jordi vs Messi Akan Jadi Sorotan

Inilah kota di atas papan. Seluruh jalan di kota Agats memang menyerupai jembatan yang dibuat dari kayu besi. Namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, jembatan-jembatan ini kemudian diganti beton, terutama jalan-jalan utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X