'ELON MUSK PUN SERUKAN PEMECATAN DONALD TRUMP', Oleh Denny JA

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 15:02 WIB
Elon Musk serukan pemecatan Donald Trump (Denny JA)
Elon Musk serukan pemecatan Donald Trump (Denny JA)

Trump sering menggunakan emosi publik untuk tujuan politik jangka pendek.
Ia memperlakukan loyalitas sebagai absolut, bukan ruang dialog.

Musk, meski jenius, kadang melompat terlalu cepat.
Ia percaya teknologi adalah jawaban segalanya, padahal dunia juga butuh hati, bukan hanya algoritma.

Dari retaknya mereka, kita belajar: yang paling setia bukan kawan, uang, atau kekuasaan—melainkan nilai.

Dan dalam sejarah manusia, mereka yang mempertahankan nilai, meski kehilangan segalanya, justru menciptakan warisan yang abadi.

Baca Juga: Layanan BRI Weekend Banking, Pastikan Nasabah Tetap Nyaman Bertransaksi Selama Periode Libur Idul Adha

Kita pernah melihat kisah serupa dalam sejarah: persahabatan Senator Barry Goldwater dan Richard Nixon.

Goldwater, awalnya pendukung fanatik Nixon, akhirnya memimpin Partai Republik untuk meminta Nixon mundur dalam skandal Watergate.

Katanya:
“The party is bigger than one man.”

Kini sejarah berulang—dengan wajah dan teknologi berbeda.

Dalam dunia yang terus berubah, aliansi bisa pecah.
Namun nilai seperti rasa hormat, etika, dan visi jangka panjang harus tetap hidup.

Baca Juga: Mampukah Jumbo Geser Avengers Endgame, Film Box Office Indonesia?

Elon Musk, dengan segala kontradiksinya, menunjukkan:
Bahkan raksasa pun punya batas kesabaran.

Kadang, suara paling jernih datang bukan dari gedung politik,
tapi dari mereka yang membangun dunia dengan mimpi dan logika.

Namun, skeptisisme patut diajukan: apakah seruan pemakzulan Trump benar-benar lahir dari integritas?
Ataukah ini bentuk balas dendam penuh kalkulasi dari Musk?

Sebagai pemilik platform X, ia menyadari kekuatan narasi publik.
Dengan mengalihkan sorotan ke skandal Epstein, Musk tak hanya membalas dendam atas kebijakan Trump yang merugikan bisnisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Denny JA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X