Ia menghadiri pertemuan informal di Mar-a-Lago dan menyebut Trump “pragmatis yang tak bisa ditebak, tapi mengerti pasar.”
Trump membalas pujian itu. Ia menyebut Musk sebagai “jenius paling berguna bagi Amerika.”
Baca Juga: Patrick Kluivert Tegaskan Semua Pemain Punya Peluang Sama di Timnas Indonesia
Ia bahkan menunjuknya sebagai penasihat informal untuk DODGE. Ini Departemen Opportunity, Growth, and Development of the Economy.
Mereka tampil bersama dalam peluncuran proyek broadband pedesaan lewat Starlink.
Pada Januari 2025, mereka difoto makan malam bersama para taipan industri.
Banyak yang percaya: poros Trump–Musk adalah duet masa depan Amerika.
Namun, di balik layar, benih perpecahan mulai tumbuh.
Baca Juga: Cara Menghapus Akun GoPay Merchant 2025 Secara Resmi dan Mudah
Retaknya aliansi ini bukan hanya soal gagasan.
Ini juga benturan kepentingan yang tajam.
Trump menyerang subsidi kendaraan listrik—tulang punggung Tesla.
Ia menyebut EV sebagai “produk China yang merusak pekerjaan Amerika.”
Musk terkejut.
Ia telah memindahkan pabrik Tesla ke Texas. Menyerap puluhan ribu pekerja lokal.
Membangun rantai pasok dalam negeri.
Namun Trump tetap mengecam EV sebagai pengkhianatan.
Lebih jauh, Trump menyerang Starlink.
Ia menyebutnya “alat globalis” dan mengisyaratkan ancaman penyelidikan kongres.
Saham Tesla sempat anjlok 6% dalam dua hari setelah pidato Trump.
Musk kehilangan lebih dari 14 miliar USD hanya dalam 48 jam.
Baca Juga: Timnas Indonesia Lolos ke Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026: Ini Langkah Strategis PSSI
Artikel Terkait
Antara Penegakan Hukum dan Ancaman terhadap Kemerdekaan Pers, Oleh: Moehammad Gafar Yoedtadi
PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (1): WHITE SMOKE, BLACK POPE
PAUS LEO XIV: PERTPAUS LEO XIV : PERTANDA ZAMAN (2): BUKAN TEOLOG, BUKAN DIPLOMAT
PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (3): DUNIA PENUH GEJOLAK
KETIKA UNIVERSITAS HARVARD MEMILIH UNTUK MELAWAN PRESIDEN DONALD TRUMP
KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA
'PEMBANTAIAN DI FINAL LIGA CHAMPIONS EROPA 2025 DAN FILOSOFI BARU SEPAKBOLA' Oleh: Denny JA
'ARTIFICIAL INTELLIGENCE TAK MEMBUNUH PENULIS, TAPI MENGUBAHNYA', Oleh Denny JA
OPINI "Nyenyak di Hotel Mewah, Gelisah di Rumah Rakyat" Oleh: Budiawan, Host "Cangkrukan"