KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
4 Kitab Angkatan Puisi Esai (Denny JA)
4 Kitab Angkatan Puisi Esai (Denny JA)

Kelemahan:

• Risiko kehilangan lirisisme, jika terlalu berat pada data.

• Keseragaman struktur, bisa menjebak gaya menjadi monoton.

Di balik segala inovasi dan keterbukaan, puisi esai tak luput dari sorotan tajam. Ada yang meragukan kedalaman estetikanya.

Ada pula yang melihatnya sebagai manifestasi isu-isu sosial belaka.

Tapi justru di sini, dalam ruang debat dan kritik, puisi esai menemukan relevansinya. Ia tumbuh bukan hanya di hati pembaca, namun juga di arena dialektika sastra Indonesia.

uisi esai lahir dari keretakan sejarah: Reformasi 1998, diskriminasi etnis Tionghoa, intoleransi agama, hingga korupsi yang menghancurkan harapan.

Baca Juga: Menanti Konser Foo Fighters di Jakarta: Ini 10 Lagu Hits Dave Grohl cs dari Tahun 1995 hingga 2021

Saya, Denny JA, memulainya bukan sebagai penyair, tetapi sebagai peneliti publik dan aktivis yang percaya bahwa puisi harus hadir di jalan, di kantor polisi, bahkan di ruang pengadilan sejarah.

Puisi tidak boleh hanya hidup di kafe sastra atau simposium akademik. Ia harus menjadi suara yang melibatkan, bukan sekadar mengagumkan.

Di tengah pujian, suara sumbang menggemakan keraguan:
"Di mana letak sublim puisi jika ia terjangkar pada fakta?

Baca Juga: Jalur Seleksi Mandiri UNTIRTA 2025: Jadwal, Cara Daftar, dan Informasi Penting

Bisakah catatan kaki menjadi nisan bagi keindahan yang tak terukur?"
Jawabannya terhampar dalam sejarah.

Baudelaire menulis "Les Fleurs du Mal" di tengah revolusi. Pramoedya merajut "Bumi Manusia" dengan riset dan amarah.

Puisi esai bukan pengkhianatan terhadap lirisisme. Ia evolusi: merangkul zaman yang meminta puisi tak hanya menggugah jiwa, tapi juga membukakan mata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X