KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
4 Kitab Angkatan Puisi Esai (Denny JA)
4 Kitab Angkatan Puisi Esai (Denny JA)

Setiap puisi memiliki tokoh, konflik, dan klimaks. Ia menyentuh dengan struktur cerita yang mengguncang, seperti cerpen, namun dengan daya pukau puisi.

3. Siapa Pun Bisa Menulisnya

Puisi esai mendobrak eksklusivitas. Penyair bukan lagi syarat mutlak. Aktivis, akademisi, bahkan politisi pun turut menulis dan menyuarakan.

4. Melawan Budaya Lupa

Di tengah dunia yang makin cepat dan makin pelupa, puisi esai hadir sebagai museum hidup. Ia menolak lupa, dan menolak untuk move on dari luka yang belum selesai.

Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia Segrup dengan Brasil di Piala Dunia U-17 2025, Pelatih dan Ketua PSSI Kompak Ajak Optimis

5. Dari Genre Menjadi Angkatan

Puisi esai tak sekadar bentuk baru, ia adalah gerakan. Dengan ratusan penulis dan ribuan halaman, ia menjadi bagian dari kanon kesusastraan Indonesia kontemporer.

Kekuatan dan Kelemahan Puisi Esai

Kekuatan:

• Naratif dan emosional, bercerita seperti cerpen, menyentuh seperti puisi.

• Catatan kaki sebagai inovasi, membuka ruang refleksi faktual.

• Merangkul banyak profesi, membebaskan sastra dari sekat elite.

• Dokumentasi kolektif, menjadi arsip sosial sebuah bangsa.

Baca Juga: Bantuan Rp 300 Ribu per Bulan untuk Guru Honorer Cair Mulai Juli 2025, Simak Syarat dan Cara Penerimaannya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X