KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
4 Kitab Angkatan Puisi Esai (Denny JA)
4 Kitab Angkatan Puisi Esai (Denny JA)

Dalam fase ini, puisi esai menjelma menjadi suara Indonesia. Tema-temanya meluas: dari tragedi Lapindo, toleransi Betawi Kampung Sawah, hingga suara perempuan di pedalaman.

Baca Juga: Xabi Alonso Resmi Jadi Pelatih Real Madrid Gantikan Ancelotti, Kontrak 3 Tahun

Setiap puisi menghadirkan realitas sosial yang getir, dituturkan dengan narasi yang menggugah, dan diperkuat oleh catatan kaki sebagai tulang punggung faktualnya.

Kitab 3: Menuju Mancanegara (2020–2024)

Kitab ini menandai ekspansi. Puisi esai mulai ditulis dan dibaca di Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, bahkan sampai mengangkat tragedi My Lai, spiritualitas Ashin Jinarakkhita, hingga keresahan dari Palestina.

Inilah babak diplomasi budaya—ketika puisi menjadi jembatan lintas batas, lintas bangsa.

Baca Juga: 5 HP Gaming Terbaik Mei 2025 Harga 1 Jutaan Lengkap Spesifikasi dan Kelebihan yang Ditawarkan

Kitab 4: Puisi Esai dalam Kritik dan Esai (2012–2024)

Kitab keempat menampung kritik, tafsir, dan refleksi filosofis dari tokoh-tokoh penting: Sapardi Djoko Damono, Ignas Kleden, Sutardji Calzoum Bachri, Berthold Damshäuser, dan banyak lainnya.

Inilah bukti: puisi esai telah masuk ke ranah diskursus intelektual, dan sah disebut sebagai angkatan sastra baru dalam sejarah Indonesia.

Lima Gagasan Utama Puisi Esai

1. Puisi sebagai Kesaksian Sosial

Ia bukan sekadar alat ekspresi, tetapi juga alat kesaksian. Puisi esai mencatat luka: kekerasan, diskriminasi, penghilangan. Catatan kaki menjadi jembatan antara imajinasi dan kenyataan.

Baca Juga: Xabi Alonso Resmi Jadi Pelatih Real Madrid Gantikan Ancelotti, Kontrak 3 Tahun

2. Naratif dan Dramatis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X