Tragedi Kanjuruhan di mata suporter: Pintu keluar tertutup dan mata perih. Dinding stadion sampai dijebol

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:36 WIB
Pintu ditutup terus dilempari gas air mata dii Stadion Kanjuruhan  (pic/twitetr)
Pintu ditutup terus dilempari gas air mata dii Stadion Kanjuruhan (pic/twitetr)



TITIKTEMU.CO - Akun @aremania culture di twitter, menulis Tragedi Kanjuruhan dari sudut pandangnya sebagai suporter Arema FC.

Unggahan tanggal 4 Oktober 2022 itu diawali: Sebelumnya saya ingin meminta maaf atas tweet saya ini, bukan ingin cari pembenaran atau apapun tapi hanya ingin keadilan ditegakkan untuk saudara-saudara saya yang jadi korban, alasan saya membuat
thread ini karena saya resah melihat media mainstream yang terus memutar balikkan fakta.

Pertama, ini adalah situasi dimana awal suporter masuk lapangan. Yang ada di lapangan hanya official dan tim Arema.

Baca Juga: Kisah Heroik 2 Prajurit TNI AD Selamatkan Personil Polri dan Balita di Malam Minggu Kelabu...

Pemain Persebaya sudah aman di dalam ruang ganti. Suporter masuk lapangan tidak merusuh melainkan untuk menghampiri pemain (menyampaikan kesedihan, memeluk pemain).

Tangkapan layar video (dari TikTok) yang menunjukkan suporter turun ke lapangan untuk memeluk dan menyalami pemain Arema
Tangkapan layar video (dari TikTok) yang menunjukkan suporter turun ke lapangan untuk memeluk dan menyalami pemain Arema (pic/twitter)

Bukti video (dari TikTok) yang lebih jelas bahwa suporter turun untuk memeluk dan menyalami pemain.

Kedua, ini adalah tindakan pemukulan mundur yang dilakukan keamanan kepada suporter, yang notabenenya wajar dan tidak masalah.

Baca Juga: Pengaduan Meningkat, Dewan Pers: Media Harus Menjaga Kehidupan Pers yang Sehat, Tingkatkan Profesionalisme

Video ini juga memperlihatkan bahwa suporter perlahan juga sudah mundur menjauhi lorong ruang ganti.

Berbarengan dengan mundurnya suporter tidak membuat pihak keamanan puas, mereka membabi buta dan brutal menendang memukuli saudara-saudara kami. Logikanya ketika sudah lapangan sudah mulai steril ya sudah biarkan keluar.

Ini yang membuat situasi semakin kacau karena banyak teman yang tidak terima ketika teman lain dianiaya.

Baca Juga: Setelah Kapolres Dicopot & Saksi-saksi Diperiksa, Polisi Juga Dalami Rekaman di 32 CCTV Tragedi Kanjuruhan

Akhirnya inilah yang paling fatal, tidak hanya 1-2 selongsong GAM (Gas Air Mata) yang ditembakkan ke arah tribun yang notabenenya suporter berkumpul dan sudah mundur tapi belasan selongsong Gas Air Mata!

Ini POV (point of view) dari tribun yang dipenuhi ribuan jiwa dengan gas air mata. Sudah banyak yang melambaikan tangan karena tidak bisa melihat, tidak bisa bernafas, mata perih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X