TITIKTEMU.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bulan Oktober mendatang akan mempermudah masyarakat dengan menjadikan fitur pada aplikasi PeduliLindungi dapat di akses di aplikasi lain. Masyarakat dengan memory ponsel terbatas akan terbantu.
Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan Koordinasi dengan platform-platform digital seperti:
- Gojek,
- Grab,
- Tokopedia,
- Traveloka,
- Tiket,
- Dana,
- Cinema XXI,
- Link Aja,
- Livin' by Mandiri
- Goers
- Jaki.
Masyarakat tidak harus mengakses langsung PeduliLindungi, tetapi bisa mendapatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada aplikasi tersebut.
Baca Juga: Wakil Merah Putih Kandaskan Tim Piala Sudirman Rusia 5-0
“Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” katanya dalam diskusi secara virtual, Jumat (24/9).
Bagi orang yang belum punya ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta tetap bisa teridentifikasi status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya dari NIK yang terdaftar di tiket.
“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ucapnya.
Baca Juga: Kondisi Tukul Arwana Membaik, Keluarga Tidak Akan Mencari Penyebar Hoaks
Di tempat yang tidak terintegrasi aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa cek mandiri di aplikasi PeduliLindungi. Caranya memasukkan NIK dan akan muncul status layak atau tidak di tempat tersebut.
“Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” ujar Setiaji.
Aplikasi PeduliLindungi mempunyai fitur yang membantu, seperti dengan hasil tes, hasil tracing kontak erat, dengan telemedicine sehingga bisa mendapatkan layanan obat gratis. Kemudian aplikasi PeduliLindungi juga akan diintegrasikan dengan sistem karantina.
Baca Juga: Kontes Robot Indonesia Wilayah I 2021 Berakhir. Politeknik Negeri Batam Raih Tiga Gelar Juara
Jumlah akses aplikasi PeduliLindungi, pada awal Juli masih di bawah 1 juta, saat ini hampir mendekati 9 juta yang mengakses PeduliLindungi, Unduhan mencapai 48 juta kali, dan digunakan kurang lebih lebih 55 juta perbulan.***
Artikel Terkait
Sertifikat Vaksin Belum Ada di Aplikasi PeduliLindungi? Atau Sudah Ada, Tetapi Datanya Salah. Ini Solusinya
Yuk lebih tahu makna warna-warna di aplikasi PeduliLindungi
Awas! Ada Situs PeduliLindungi Palsu, Ini Ciri-cirinya
PPKM Diperpanjang, Menteri Luhut: Protokol Kesehatan dan PeduliLindungi itu Wajib!
Ada Fitur Baru di Aplikasi PeduliLindungi, Apa Manfaatnya?
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Pengunjung untuk Nonton di Arena PON XX Papua