Dukungan dari Keluarga Keraton
Putri tertua PB XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai, menyatakan dukungan penuh kepada Hamangkunegoro. Dia percaya Keraton Solo tidak akan mengalami kekosongan kepemimpinan.
“Segala prosesi adat dan tanggung jawab pemerintahan keraton tetap berjalan sebagaimana mestinya, di bawah pimpinan raja baru, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana XIV,” kata GKR Timoer.
Dia juga menegaskan bahwa ikrar yang diucapkan Hamangkunegoro di hadapan jenazah sang ayah bukanlah pelanggaran adat, melainkan simbol kesetiaan dan penghormatan.
“Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah tanda bahwa kepemimpinan tetap berlanjut, bukan terputus,” tambahnya.
Baca Juga: Silsilah Lengkap Pakubuwana XIII: Garis Keturunan, Istri, dan Putra Mahkota Penerus Tahta
Menjaga Keutuhan dan Warisan Keraton
Meski didukung sebagian keluarga, Tedjowulan menegaskan masa transisi di bawah tanggung jawabnya sesuai Kepmendagri No. 430-2933/2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Surakarta.
Dia berharap seluruh pihak menahan diri agar tidak muncul konflik baru. “Harapan saya, jangan ribut. Jaga kerukunan. Kalau tidak, nanti pemerintah bisa mengambil alih,” ujarnya mengingatkan.
Situasi ini menunjukkan betapa rumit dan sensitifnya proses suksesi di Keraton Solo. Selain menyangkut garis keturunan dan legitimasi adat, ada pula faktor hukum dan politik.***