nasional

Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru

Rabu, 5 November 2025 | 13:08 WIB
Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru. (Ichsan Noor Rosyid)

Pasca wafatnya PB XIII, kepemimpinan Keraton Surakarta sementara dipegang Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Tedjowulan.

Langkah ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.

Dalam SK disebutkan, “Kasunanan Surakarta dipimpin oleh ISKS Paku Buwono XIII dan didampingi Maha Menteri KGPA Tedjowulan dalam pengelolaan Keraton berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Jateng, dan Pemkot Surakarta.”

Tedjowulan menegaskan dirinya akan menjaga stabilitas internal Keraton hingga penobatan raja baru. Dia menjamin kondisi keraton pasca wafatnya PB XII akan aman.

“Saya akan mengumpulkan para Putradalem ISKS Paku Buwono XII atau saudara-saudara kandung PB XIII, dan merangkul Putradalem PB XIII untuk menyatukan pandangan tentang masa depan Keraton Surakarta,” katanya.

Dia menambahkan kerukunan keluarga besar Keraton Surakarta menjadi modal penting untuk mempertahankan kelestarian Dinasti Mataram Islam.

“Kerukunan adalah kunci agar Keraton tetap eksis sebagai warisan budaya bangsa,” ujar Tedjowulan.

Baca Juga: Begini Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta Menuju Imogiri

Purbaya Diangkat Jadi Paku Buwono XIV

Di sisi lain, dari keluarga PB XIII, KGPAA Hamangkunagoro atau KGPH Purbaya telah diangkat sebagai penerus tahta dan mengambil gelar SISKS Paku Buwono XIV.

Pengangkatan dilakukan secara simbolis di depan jenazah PB XIII sebelum diberangkatkan ke Imogiri. Purbaya berjanji meneruskan perjuangan ayahanda untuk menjaga marwah dan kelestarian Keraton Surakarta.

“Saya berjanji menjaga martabat, budaya, dan warisan leluhur Mataram Islam,” ucapnya.

Diketahui, PB XIII mengangkat Purbaya sebagai putra mahkota sejak tahun 2022, dan menetapkan istrinya sebagai garwa prameswari bergelar GKR Pakoe Boewono.

Namun, keputusan ini sempat menuai penolakan dari Lembaga Dewan Adat Keraton yang menilai pengangkatan tersebut melanggar sejumlah aturan adat.

Hingga kini, Dewan Adat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status penobatan Purbaya. Masyarakat Surakarta sendir berharap tidak ada lagi ontranontran perebutan tahta di Keraton Surakarta.***

Halaman:

Tags

Terkini