TITIKTEMU.CO-Satu nyawa melayang hanya karena seekor ayam. Di Desa Sidetapa, Buleleng, Bali, sebuah keluarga kini harus menguburkan KD, pria yang tewas setelah diduga dikeroyok warga karena tertangkap saat mencuri ayam.
Jenazah KD telah dimakamkan pada Sabtu (25/7/2026) siang di Kuburan Desa Adat Sidetapa. Pemakaman itu menjadi momen yang berat bagi keluarga, terutama bagi istri dan tiga anak yang ditinggalkan.
Tangisan anak bungsu KD yang masih duduk di kelas I SD bahkan ikut terekam dan beredar di media sosial. Dalam video tersebut, kesedihan seorang anak kehilangan ayahnya menjadi gambaran paling nyata bahwa sebuah peristiwa kekerasan tidak pernah berhenti pada orang yang menjadi korbannya.
Baca Juga: Juara Matematika Usia 7 Tahun Pilih Mundur dari Kompetisi di Jerman, Alasannya Bukan Soal Uang
Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan keluarga belum langsung membuat laporan polisi. Mereka masih berada dalam suasana berduka dan membutuhkan waktu sebelum membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Rencananya, laporan akan ditindaklanjuti setelah masa berkabung selesai. Pihak keluarga dan desa berharap kasus pengeroyokan tersebut sepenuhnya diproses oleh aparat penegak hukum.
Bagi Sutama, dugaan pencurian tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa seseorang. Jika seseorang diduga melakukan tindak pidana, ada mekanisme hukum yang seharusnya dijalankan.
Pesannya sederhana, tetapi terasa berat dalam kasus ini: jangan mengganti proses hukum dengan amarah massa.
Menurut Sutama, pencurian memang memiliki aturan pidana. Begitu pula dengan tindakan yang menghilangkan nyawa. Karena itu, masyarakat seharusnya menyerahkan persoalan kepada aparat dan tidak mengambil keputusan sendiri mengenai siapa yang bersalah dan hukuman apa yang pantas diberikan.
Pihak desa juga berharap polisi segera mengungkap siapa saja yang diduga terlibat dalam pengeroyokan hingga menyebabkan KD meninggal dunia. Mengenai pasal yang akan dikenakan dan hukuman bagi pihak yang terbukti bersalah, Sutama menyerahkannya kepada penegak hukum.
Baca Juga: Download MB WhatsApp iOS 9.52: Keamanan, Fitur, dan Perbedaannya dengan WA Meta 2026
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Saat itu, KD diduga tepergok mengambil seekor ayam aduan.
Kejadian tersebut kemudian memicu kemarahan sejumlah warga. Informasi yang beredar menyebut masyarakat di kawasan itu sebelumnya merasa resah karena adanya kasus kehilangan ayam.
Artikel Terkait
Tamat dengan Rating 23 Persen, Agent Kim Reactivated Bikin Drakor Lain Susah Bernapas
LINK Download MB WhatsApp iOS 9.52 Update New Version APK Apakah Aman? Ketahui Perbedaanya dengan WA Meta 2026
Ending Agent Kim Reactivated Bikin Penasaran: Manajer Kim Selamat, Tapi Muncul Musuh Baru!
TikTok Bisa Jadi Guru Seks Anak Sebelum Orang Tua Siap, Ini yang Perlu Dilakukan
Dibilang Harus Jadi Bos Sendiri? Tenang, Karier Kantoran Juga Bisa Jadi Pilihan Cerdas
Download MB WhatsApp iOS 9.52: Keamanan, Fitur, dan Perbedaannya dengan WA Meta 2026
Kaesang Mau Nyaleg di Dapil Puan, Ganjar Justru Respons Begini