TITIKTEMU.CO-Di usia ketika sebagian anak masih sibuk memilih warna krayon, Kintania Pratita Arundhati sudah punya medali emas matematika dan tiket menuju kompetisi internasional di Jerman. Namun, gadis tujuh tahun asal Purworejo ini justru memilih menunda keberangkatannya.
Keputusan tersebut sempat memancing dugaan di media sosial. Ada yang mengira Kintania batal berangkat karena persoalan biaya atau minimnya dukungan pemerintah.
Keluarga Kintania buru-buru meluruskan kabar tersebut. Dinar Septiva Argarini, ibunda Kintania, mengatakan tidak ada persoalan finansial di balik keputusan itu. Ada alasan yang jauh lebih sederhana sekaligus penting: putrinya belum cukup siap menghadapi kompetisi yang seluruh soalnya menggunakan bahasa Inggris.
Baca Juga: Nama Erwan Setiawan Diseret Lagi, 11 Akun Medsos Kini Dibidik Kuasa Hukum Wagub Jabar
Kintania sebelumnya berhasil membawa pulang medali emas matematika dalam Einstein Olympiad Indonesia National Round 2026. Prestasi itu mengantarkan siswi kelas I SD Muhammadiyah Kutoarjo tersebut menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk babak final internasional di Jerman pada Desember 2026.
Secara kemampuan matematika, keluarga menilai Kintania sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Tetapi ketika format soal kompetisi internasional dipelajari lebih jauh, ada satu hal yang terasa belum matang: kemampuan bahasa Inggris.
Dinar kemudian mencoba mengukur sendiri kesiapan putrinya. Hasilnya membuat keluarga berpikir ulang. Bukan karena Kintania tidak mampu mengerjakan matematika, melainkan karena ia harus terlebih dahulu memahami soal yang disajikan dalam bahasa yang belum sepenuhnya dikuasainya.
Baca Juga: Kaesang Mau Nyaleg di Dapil Puan, Ganjar Justru Respons Begini
Di sinilah keputusan untuk menunda keberangkatan akhirnya diambil.
Alih-alih buru-buru mengejar kesempatan tampil di luar negeri, keluarga memilih memberikan waktu kepada Kintania. Bahasa Inggris akan diperkuat, sementara kemampuan matematikanya tetap diasah agar ketika kesempatan berikutnya datang, ia tidak hanya berangkat sebagai peserta, tetapi benar-benar siap bertanding.
Pilihan ini juga sekaligus membantah anggapan bahwa Kintania batal berangkat karena tidak mendapatkan dukungan pemerintah. Dinar menegaskan, sejak awal keluarga sudah memahami bahwa kompetisi tersebut bersifat mandiri dan biaya keikutsertaan menjadi tanggung jawab peserta.
Baca Juga: Ending Agent Kim Reactivated Bikin Penasaran: Manajer Kim Selamat, Tapi Muncul Musuh Baru!
Keluarga bahkan tidak pernah meminta bantuan kepada pemerintah maupun pihak lain. Setelah kabar prestasi Kintania ramai diberitakan dan muncul narasi seolah-olah keluarga sedang mencari donasi, Dinar justru memilih menolak sejumlah tawaran bantuan.
Baginya, persoalannya bukan bagaimana mendapatkan uang untuk membeli tiket ke Jerman. Yang lebih penting adalah bagaimana membuat anak berusia tujuh tahun itu tidak datang ke kompetisi dunia dalam kondisi setengah siap.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Penjahat: Trailer Avengers: Doomsday Bongkar Masa Lalu Doctor Doom
Tamat dengan Rating 23 Persen, Agent Kim Reactivated Bikin Drakor Lain Susah Bernapas
LINK Download MB WhatsApp iOS 9.52 Update New Version APK Apakah Aman? Ketahui Perbedaanya dengan WA Meta 2026
Ending Agent Kim Reactivated Bikin Penasaran: Manajer Kim Selamat, Tapi Muncul Musuh Baru!
TikTok Bisa Jadi Guru Seks Anak Sebelum Orang Tua Siap, Ini yang Perlu Dilakukan
Dibilang Harus Jadi Bos Sendiri? Tenang, Karier Kantoran Juga Bisa Jadi Pilihan Cerdas
Download MB WhatsApp iOS 9.52: Keamanan, Fitur, dan Perbedaannya dengan WA Meta 2026