TITIKTEMU.CO - Langkah tegas diambil Kejaksaan Agung menyusul operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dua pejabat kejaksaan yang ditangkap KPK, yakni Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggomanan Napitupulu dan Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Eddy Sumarman, resmi masuk dalam daftar mutasi.
Mutasi dan rotasi ini dilakukan langsung oleh Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin sebagai bagian dari perombakan besar di tubuh Kejaksaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Politik Jadi Pencarian Utama: Ketika Publik Indonesia Semakin Aktif Mengawasi Arah Negara
Puluhan Kepala Kejari Diganti Sekaligus
Dalam kebijakan terbaru tersebut, sebanyak 43 Kepala Kejaksaan Negeri mengalami pergantian jabatan.
Secara keseluruhan, ada 68 pejabat yang masuk dalam daftar mutasi sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025.
Surat keputusan itu ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Hendro Dewanto, dan menjadi salah satu mutasi terbesar menjelang akhir tahun.
Baca Juga: Menyapa Mesin Pembangunan Negara: Alasan Menkeu Turun Langsung ke Perusahaan SMV
Kejagung: Penyegaran Organisasi dan Evaluasi Kinerja
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa mutasi ini bukan sekadar pergantian nama.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus evaluasi kinerja para pejabat.
Menurutnya, Kejagung perlu memastikan roda pelayanan dan penegakan hukum berjalan cepat dan optimal, terutama di tengah sorotan publik terhadap integritas aparat penegak hukum.
Pengganti Kajari Hulu Sungai Utara
Artikel Terkait
Sebulan Pascabanjir Sumatera: Bertahan di Atas Atap Saat Banjir Mengamuk, Kisah Nyata Warga Aceh Tamiang
Menyapa Mesin Pembangunan Negara: Alasan Menkeu Turun Langsung ke Perusahaan SMV
Jangan Ketinggalan! Tren Ini Diperkirakan Terus Naik dan Berlanjut Hingga Tahun Depan
Top 10 Tren Digital yang Mendominasi Pencarian Google Indonesia Tahun Ini
AI Jadi Teman Kerja Baru: Tren Kecerdasan Buatan yang Menguasai Pencarian Google Indonesia
Dari UMP hingga Harga Beras: Tren Pencarian Ekonomi yang Menggambarkan Kegelisahan Publik Indonesia
Politik Jadi Pencarian Utama: Ketika Publik Indonesia Semakin Aktif Mengawasi Arah Negara
Butuh Waktu Sendiri? Ini 6 Wisata Alam di Jogja untuk Me Time dan Healing Saat Malam Tahun Baru
Synchronize Fest 2026 Mulai Jual Tiket Lebih Awal, Nonton Musik Sambil Ikut Jaga Alam
Rekor Baru Agak Laen: Menyala Pantiku!, Lampaui Film Pertama dengan 9,2 Juta Penonton