Prabowo Tegaskan Perang Total terhadap Mark Up Anggaran dan Korupsi di Pemerintahan

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 November 2025 | 15:08 WIB
Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik kecurangan anggaran dan tindakan korupsi yang dilakukan oknum birokrat maupun pejabat negara.

Dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025, Jumat, 28 November 2025, Prabowo secara terbuka meminta dukungan masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan anggaran negara. Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat berjalan maksimal tanpa partisipasi publik.

“Saya mohon dukungan saudara-saudara, kita harus memberantas korupsi dari Indonesia ini,” ujarnya dalam pidato tersebut.

Baca Juga: Keberlanjutan Kebijakan Bukan Intervensi: Hasan Nasbi Tegaskan Sistem Pembangunan Nasional yang Konsisten

Peringatan Keras untuk Birokrat yang Bermain Anggaran

Presiden turut menyoroti praktik mark up yang masih terjadi di berbagai instansi. Ia memberikan peringatan tegas kepada pejabat serta birokrat yang mencoba memanipulasi anggaran negara. Prabowo mengungkapkan bahwa ia mengetahui berbagai modus manipulasi yang terjadi, termasuk pembengkakan harga yang tidak masuk akal.

“Anggaran dirong-rong, mark up di mana-mana. Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu,” kata Prabowo.

Ia bahkan menyebut contoh bahwa barang seharga Rp1 juta bisa dinaikkan hingga 150 kali lipat oleh oknum tertentu. “Jangan kira saya tidak tahu,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Guru Harus Berani Bersikap Tegas Demi Bentuk Karakter Murid

Setiap Rupiah Harus Kembali kepada Masyarakat

Prabowo menekankan bahwa anggaran negara harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, terutama sektor pendidikan dan kesejahteraan guru. Korupsi, menurutnya, menghambat peningkatan fasilitas dan layanan publik.

“Kita butuh setiap Rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, perbaikan sekolah,” ujarnya.

Di penghujung pidatonya, Presiden kembali mempertegas sikap antikorupsi dengan pesan lugas kepada seluruh aparatur negara: “Jangan mencuri uang rakyat!”

Baca Juga: Setelah Viral Soal Tumbler Hilang di KRL, KCI Resmi Ganti Direktur Utama, Mochamad Purnomosidi Dilantik Gantikan Asdo Artiviyanto

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X