TITIKTEMU.CO - Keraton Surakarta tengah memasuki fase penting suksesi kepemimpinan, yaitu penobatan KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram atau Gusti Purbaya sebagai Paku Buwono XIV.
Namun di balik rencana pelantikan Gusti Purbaya sebagai Raja Surakarta pada Sabtu 15 November 2025, polemik lama hingga kontroversi pribadi kembali mencuat dan memicu perdebatan luas.
Nama Gusti Purbaya sebenarnya sudah disebut sejak pemakaman ayahandanya, Pakubuwono XIII. Saat itu dia mendeklarasikan diri sebagai penerus tahta, memperkuat statusnya sebagai putra mahkota sejak 2022.
Putra Bungsu yang Diangkat Jadi Putra Mahkota
Gusti Purbaya adalah anak bungsu almarhum Pakubuwono XIII dari permaisuri. Dua tahun sebelum wafat, sang ayah menetapkan sebagai putra mahkota.
Penunjukan ini cukup mengejutkan karena PB XIII memiliki dua putra laki-laki, termasuk KGPH Mangkubumi, putera tertua dari istri kedua.
Meski demikian, keputusan raja saat itu menjadi dasar kuat bagi Gusti Purbaya untuk naik takhta. Namun suksesi Keraton Surakarta tidak pernah sederhana. Polemik internal kembali mengiringi suksesi kali ini.
Baca Juga: Kisruh Takhta PB XIII: Hangabehi Mendadak Dinobatkan, Tedjowulan Kaget, Purboyo Kecewa?
Kontroversi Putra Mahkota
Gusti Purbaya tak lepas dari kontroversi. Salah satu kontroversi sempat yang menghebohkan adalah ketia dia mengunggah tulisan “Keraton Surakarta nyesel gabung Republik Indonesia” di Instagram Story akun @kgpaa_hamangkunegoro.
Unggahan itu kemudian tersebar luas setelah dibagikan beberapa akun X (Twitter), termasuk @helmi_stbd.
Meski menimbulkan perdebatan tajam, pihak keraton melalui Pengageng Sasana Wilapa, KPAH Dany Nur Adiningrat, menjelaskan bahwa unggahan itu tidak perlu ditafsirkan sebagai sikap anti-NKRI.
Menurutnya, itu adalah kritik keras yang disampaikan secara satire oleh seorang anak muda yang prihatin terhadap situasi bangsa.
Artikel Terkait
Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang Belanda
Raja Baru Keraton Surakarta: Gusti Purbaya Dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV 15 November 2025
Suksesi Keraton Surakarta Memanas, Tedjowulan: Tahan Diri dan Hormati Pemerintah!
Putra Sulung PB XIII KGPH Mangkubumi: Jangan Buru-buru Suksesi, Ini Masih Masa Berkabung