“Sebagai calon pemimpin keraton, beliau merasa perlu menyuarakan kegelisahan,” katanya.
Dia menegaskan bahwa Keraton Surakarta tetap berpegang teguh pada semangat merah putih, dan tetap setia pada NKRI.
Baca Juga: Dua Pangeran, Satu Tahta: Gusti Purboyo dan Hangabehi Sama-Sama Dinobatkan Jadi Raja Solo
Tabrak Lari
Kontroversi berikutnya yang sempat memicu diskusi publik adalah insiden kecelakaan Gusti Purbaya dengan seorang pengendara motor di Simpang Gladak Solo pada 9 Agustus 2023.
Berbagai unggahan di media sosial sempat menyebutnya melakukan tabrak lari. Namun pengacaranya, KPAA Ferry Firman Nurwahyu Pradataningrat, membantah keras hal tersebut.
Menurut Ferry, kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB ketika rombongan Gusti Purbaya hendak kembali ke keraton usai kegiatan kampus.
Setelah tabrakan, mereka kembali ke lokasi, namun pengendara sudah dibawa warga untuk mendapat perawatan.
Korban, menurut ibunya, Desi Tarsariningsih, hanya mengalami luka lecet dan motor rusak ringan. Kasus itu pun selesai secara damai di Satlantas Polresta Solo pada 11 Agustus 2023.
“Namanya di jalan harus hati-hati. Semua sudah diselesaikan dengan baik,” kata Gusti Purbaya saat itu.
Baca Juga: Raja Kembar Keraton Surakarta, Dua Kubu Sama-sama Klaim Gelar Paku Buwono XIV
Tak Semudah Menunjuk Putra Mahkota
Penobatan Gusti Purbaya sebagai Pakubuwono XIV dibayangi tarik-menarik internal keraton. Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta bahkan menetapkan KGPH Hangabehi, putra sulung Paku Buwono XIII sebagai Paku Buwono XIV.
LDA menegaskan bahwa PB XIII meninggalkan dua putra laki-laki, yaitu KGPH Hangabehi dari istri kedua, dan KGPAA Purbaya dari istri ketiga. Keduanya kini sama-sama dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV dari dua kubu berbeda.
Artikel Terkait
Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang Belanda
Raja Baru Keraton Surakarta: Gusti Purbaya Dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV 15 November 2025
Suksesi Keraton Surakarta Memanas, Tedjowulan: Tahan Diri dan Hormati Pemerintah!
Putra Sulung PB XIII KGPH Mangkubumi: Jangan Buru-buru Suksesi, Ini Masih Masa Berkabung